Sabtu, 02 Oktober 2010

Oleh-oleh Seminar " START Fast FINISH Strong " by Darmadi Darmawangsa, MSc

*disalin dari note FB Cordelia Febrina (dg sedikit penyesuaian)

.... Sabtu lalu tanggal 25 September 2010, Oriflame Indonesia - tempatku berbisnis mengadakan Seminar Motivasi Terbesar di tahun ini yang diadakan di Auditorium BPPT - Jl MH Thamrin Jakarta.

Untuk pebisnis yang berkutat dengan sekumpulan manusia yang saling berinteraksi, "asupan" berupa Seminar Motivasi seperti ini memang PERLU dan juga PENTING... Kenapa ? Karena mood, keinginan dan semangat yang naik turun perlu dikuatkan oleh kata2 nan sejuk berupa siraman motivasi dari sang ahli... walaupun sebetulnya keinginan terbesar dan motivasi terdahsyat HARUSnya datang dari dalam diri kita sendiri.... ;)

Walau demikian, terima kasih kepada Oriflame Indonesia yang mewujudkan keinginan ribuan Konsultannya yang ingin menimba ilmu positif pastinya dalam menjalankan bisnis yang "kebetulan" bulan ini sedang lumayan diuji....poin merembet amat sangat perlahan...pasca Lebaran geliat bisnis belum meroket lagi.... apapun itu... TETAP SEMANGAT yaaaaa...

Ini dia laporan singkatnya :)

Enjoy......




Para leader d'BCN dan juga grup grup lain satu per satu mulai berdatangan, walau ada beberapa Leader yang " terpaksa " tidak hadir karena ada halangan...makanya Note ini didedikasikan untuk para sahabat yang berhalangan hadir....

Acara dimulai sekitar pukul 14.20 WIB... Voice Over dari Mba Naria membahana membuka acara pada siang hari itu dan Pak Surya yang bertugas sebagai Host memasuki panggung di Auditorium BPPT...



Beliau menyapa ribuan Leader yang datang dari berbagai kota dengan penuh semangat... Ahhh...ayoooo semangattttt...
Sekitar 4 bis rombongan Leader dari Bandung yang sengaja ke Jakarta dengan semangat diundang naik ke panggung, lalu
dari Top Management Oriflame Indonesia, Bpk Per Gunarsson beserta para AM dan ASM naik ke panggung juga dan mengajak semua peserta Seminar melakukan Clap Oriflame yang membuat semua menjadi lebih bersemangat... :)





Setelah itu Bpk Per dan Pak Surya sekilas membahas mengenai Company Profile Oriflame, tempat kami semua berbisnis yang melakukan 3 hal penting yakni Look Great, Have Fun dan pastinya Make Money....






Misi Oriflame adalah : to Fullfill Your Dreams..

Mimpi kita apa sih ??
Mau punya rumah ? Punya mobil ? Naik Haji ? Bebas dari Utang ? sebutkaaan...sebutkaaan....
Melalui Oriflame ( yang merupakan perusahan MLM & Direct Selling yang pertumbuhan jaringannya sangat cepat... APAPUN mimpi itu bisa diwujudkan... satu demi satu.... )







MIMPI akan tetap menjadi MIMPI jika kita tidak berusaha mewujudkannya dengan cara bekerja dan berusaha mencapainya melalui usaha yang tidak pernah berhenti... KONSISTEN.... PERSISTEN... bukan MUSIMAN... :)

Oriflame adalah Perusahaan yang paling TEPAT untuk kita melakukan BISNIS kita...

Success Plan nya ? sudah paling detail dan transparan kenaikan jenjang karirnya jelas dan bisa dicapai oleh SIAPA PUN yang memang MAU...belajar caranya... belajar bagaimana mencapainya....

Mau TRAVEL ke Luar Negri GRATIS juga Oriflame setiap tahun punya AGENDA yang terencana dengan sangat MATANG... HANYA diperuntukkan untuk LEADER yang memang BERHASIL menjalankan bisnisnya dengan melalui step step yang telah ditentukan oleh Management Oriflame.... HANYA orang-orang TERPILIH yang BISA mendapatkan PRIVILAGE itu... ( mudah-mudahan kita menjadi salah satunya yaaa ) Tahun 2011 tujuannya adalah ke PARIS... Mauuuuuu ? ( **** MAUUUUUUU**** )

Lalu Pak Per menjelaskan bahwa di bulan Agustus lalu yang banyak Leader merasa sebagai bulan yang BERAT dan SUSAH karena urusan Puasa..Lebaran... Tahun Ajaran Sekolah... ( yang semuanya membutuhkan biaya extra ).... toh MASIIIIH saja banyak para New Achiever terutama Director up yang pastinya memperoleh CASH REWARD di luar BONUS bulanan yang diperoleh dari prestasi nya..

Mau tauuuuu ? Sejumlah Rp 350jt Oriflame kucurkan dana untuk membayarkan CASH REWARD para New Director up yang berhasil LULUS di bulan AGUSTUS lalu.... W. O. W....





Jadiiii... NO EXCUSE yaaaa... mau alasan ini alasan itu..kalau MIMPI berkekuatan MAHA DAHSYAT ya BISA saja tercapai dengan usaha yang pastinya juga EXTRA....

Tidak ada space untuk orang-orang berpikiran negatif... kalau mau SUKSES ya harus berpikiran POSITIF..itu salah satu persyaratannya ;)

Berikut 2 orang wanita cantik, muda, dan BERHASIL mencapai MIMPI nya dan BERUBAH HIDUPnya melalui Oriflame

1) Anna Dessy _ Senior Gold Director

Muda, cantik, berwawasan luas dan pastinya orangnya punya MISI... dulu saya mengenalnya saat pertama join Oriflame 1.5 thn lalu dan levelnya sudah DIRECTOR... wow.... anak mudah yang TIDAK BIASA pastinya... di saat anak mudah seusianya sibuk berhura-hura menghabiskan uang orang tua.. Neng cantik ini mlah bisa menghasilkan INCOME fantastis... two thumbs up dehhhh




2) Sharah Saleh Sugarda _ Sapphire Director

Ibu muda, anaknya 3, punya cerita unik dalam menjalankan bisnis ini karena dimulai dengan rasa ragu dan sedikit kurang percaya ( pada awalnya ) bahwa bisnis ini sangatlah DAHSYAT.... dimulai dengan cita-cita sederhana ingin punya bonus bulanan 1jt ( level Manager )... lalu naik jadi 5jt/ bulan deh ( level senior Manager - Director )..setelah itu sempat ada di zona nyaman alias..kurang menggali MIMPI terupdate sehingga sempat stucked di level Director selama beberapa lama... ditunjang dengan kepergian ke luar negri mendampingi suami..lalu pulang ke Indonesia dikarunia hadiah hamil ( lagi )...cukup sudah menjadi alasan untuk tidak mengupgrade IMPIAN....

Namun Ibu cantik ini sadar bahwa MIMPI itu HARUS diupgrade...tidak cepat puas dengan apa yang sudah didapat..karena dengan upgrade itulah...kemampuan terus diasah...dan dari pemain cadangan yang nyaman menikmati 5jt/ bulan... beliau ngebut mengejar ketinggalan...sehingga tahun ini level Gold Director - Senior Gold Director _ Sapphire Director dan sebentar lagi Diamond Director ya Bu... bisa dicapai di tahun yang SAMA.... huaaaaa... hitung saja jumlah Cash Rewardnya yaaa.... 14jt + 21jt + 28jt dan akhir tahun nanti Insya Allah 42jt + New Honda CRV yaaa.... huaaaa... MAUUUUUU ??? Saya sih MAUUUUUUUUU.....

Tidak ada kata TERLAMBAT... kalau memang MAU yang LAKUKAN SEKARANG juga... jangan nunggu ada promo..nunggu ada hadiah...nunggu ada modal..nunggu bisa PD bicara..hehehe..kelamaaaaaaan..... belajarnya sambil jalan aja yaaaa... tidak lupa satu hal terpenting BERDOA...karena di atas manusia kekuatan Maha Dahsyat adalah keputusan TUHAN....




Selanjutnya acara RECOGNISI dari mulai level Manager 12%, Manager 15%, Manager 18% lalu Senior Manager 21% sampai dengan level new Director dipanggil satu demi satu ke atas panggung.... ( I miss that moment.... makanya naik level yuuuuuuuuuk )

Bisnis Oriflame milik semua GENDER... semua USIA.... yang penting MAU atau TIDAK menjalaninya ;)

Setelah itu Mba Naria kembali mengingatkan Promo Dahsyat di periode 20 Sept - 23 Okt 2010..

PAS banget untuk merekrut banyak New member di jaringan kita yaaaaa....


Untuk mengingatkan promonya... klik disini ya :)



Nah tiba saatnya puncak acara siang itu... Seminar Motivasi oleh Darmadi darmawangsa, MSc....

Mau tau isinyaaaa ?

bersambung yaaaaa.... mau siapin TUPO duluuuuu...hehehehe

Pagiiiiiiiii....

Ini janji saya untuk melaporkan Seminar "Start Fast Finish Strong" tanggal 25 Sept lalu di Auditorium BPPT - Jakarta..




Bpk Darmadi menyapa semua peserta seminar dengan teriakan semangat, meminta kami semua mengikuti kata-kata beliau - sebagai ungkapan positif dari mental seorang JUARA di Bisnis Oriflame....

Suara membahana terdengar di seantero ruangan ini... SEMANGATTTTTT....




Lalu kami semua menonton video Michael Johnson saat melakukan lomba lari sprint..dimana dia begitu FOKUS... dan sangat KONSISTEN..sehingga kecepatan dia di setiap putaran terasa semakin lama semakin cepat hingga menjadi seorang JUARA di akhir pertandingan.

YA...perlu proses panjang untuk menjadi seorang JUARA...melalui perjuangan..usaha...keteguhan hati dan pastinya keyakinan bahwa apa yang kita IMPIKAN bisa TERWUJUD jika kita MEYAKINI hal tersebut BISA menjadi KENYATAAN...





Lalu beliau membahas mengenai :

7 Level of Awareness as a Champion :

1. Animal
Level paling bawah, seperti halnya karakter "binatang" di level ini belum punya keinginan apa apa, menjalani sesuatu tanpa tujuan, berdasarkan instink semata

2. Mass
Level ini mulai 1 step di atas Animal, mulai ikut-ikutan trend..musimnya ikut A ikut A...ada lagi B ikut B... belum punya visi dan misi..hanya ikutan arus saja.. " kalau orang lain bisa ? ya biarin sajalah, saya tidak perlu ikut-ikutan bisa kan ? " - begitu prinsipnya

3. Aspiration
Level ini sudah mulai punya keinginan yang cukup jelas, mulai ada pembuktian diri... " kalau orang lain bisa kenapa saya tidak bisa ? "..begitu prinsipnya...

4. Individual
Level ini sudah jelas visi misi dan meraih prestasi tertentu di dalam suatu komunitas tertentu... mulai yakin menjalankan sesuatu yang diyakini benar dan bisa berguna untuk dirinya sendiri...

5. Dicipline
Level ini sudah naik di atas Individual, sudah mempunyai grup..bertanggung jawab bukan hanya terhadap diri sendiri dan juga orang banyak, dan harus punya komitmen serta rasa disiplin dalam menjalankan apa yang dia yakini

6. Experience
Level ini sudah cukup expert di bidangnya, sudah bisa membimbing grup selain diri sendiri, masih terus bisa berkembang lagi sesuai dengan bertambahnya jam terbang..

7. Mastery
Level ini bisa dibilang seorang Leader dan juga Champion karena sudah bisa memanage diri sendiri dan juga kelompoknya serta bisa berpengaruh di dalam lingkungannya, punya kharisma dan cenderung mempunyai pengikut yang banyak

... ada di level manakah kita ?



Lalu, bagaimana RAHASIA / SECRET nya supaya bisa mencapai level-level tersebut ?

Secret # 1 : Take 100% Responsibility

Michael Jordan pernah mengatakan :
" Some people WANT it to happen, some WISH it would happen, Champions MAKE it happen "

Jadi...jika kita mempunyai KEINGINAN atau IMPIAN... maka WUJUDKAN dengan bekerja dan berjuang untuk mencapainya...sekedar INGIN dan BEHARAP tidak akan CUKUP untuk menjadikan IMPIAN tersebut jadi NYATA...



Secret # 2 : Dream BIG...and BIGGER

Ketika MIMPI bertemu dengan HARAPAN yang besar, maka hari itu terciptalah seorang JUARA

lalu " What is your NEXT level ? "

Kita semua harus selalu meng-upgrade MIMPI dan KEINGINAN kita seiring berjalannya waktu, dan hal tersebut bisa terlihat dari indikasi : berani "BEDA" dari yang lain dan dalam proses perubahan tersebut terselip rasa TAKUT adalah hal yang wajar dan manusiawi...

Jadiiiii.... yuk jadi orang yang TIDAK BIASA ? supaya kita bisa BEDA dengan yang lain ?

Kalau ditanya " what is your next level ? " - kita harus punya jawabnya yaaaaa ;)

Mau ini..ini..ini...wujudkan..wujudkan..wujudkan...usaha..usaha..usaha... dan pastinya berdoa..berdoa..berdoa....

KEEP YOUR DREAM ALIVE !

Cerita hidup seorang Cherice Pempengco dari Phillipine.. seorang gadis kecil miskin yang punya MIMPI yang BESAR... ingin menjadi penyanyi terkenal dan juga bernyayi bersama dengan penyanyi favoritnya Celine Dion...berkat kerja keras..usaha..doa..dengan didampingi Ibu tercinta sebagai "motor" penyemangat hidupnya, cita-cota Cherice bisa TERWUJUD :)







Secret # 3 : Sharpen Your Focus

Fokus : APA yang kita PIKIRKAN adalah SEGALANYA....
Jadi tajamkan terus FOKUS kita...lurus...tidak bercabang-cabang...konsisten..persisten... niscaya IMPIAN kita bisa dapat TERWUJUD...
Jika kita GAGAL itu adalah tanda dari KEBERHASILAN kita, makanya jangan MENYERAH... coba...coba..dan coba lagi...

Terlalu banyak RAGU... banyak TAKUT SALAH... banyak ALASAN...justru akan mensukseskan KEGAGALAN kita...
LAKUKAN saja dengan FOKUS...niscaya pikiran-pikiran negatif akan tereliminasi dengan sendirinya....







Secret # 4 : Build the better YOU and your TEAM

Usahakan diri kita menjadi lebih baik demikian juga dengan tim kita...
Kerjasama dengan tim adalah salah satu bentuk KEBERHASILAN yang BESAR





Seperti halnya karakteristik dari DIAMOND :
1. kuat / keras
2. mahal
3. bersinar
4. melalui proses yang panjang
5. perlu polesan
6. cara mendapatkannya sulit dari dalam tanah yang dalam

... Jika dihubungkan dengan level DIAMOND di Bisnis Oriflame, seseorang yang telah mempunyai level DIAMOND idealnya mempunya karakteristik yang disebutkan tadi....

Secret # 5 : Give it a TRY and TRY

Mental seorang JUARA selain yakin akan BERHASIL juga harus BERANI menerima KEGAGALAN sebagai suatu pelajaran berharga, dan kegagalan tersebut akan menjadi cambuk untuk bangkit dan berdiri serta mencoba lagi dan lagi....





The Mindset of Champion




RESPONSE

Bagaimana respon kita terhadap pertanyaan2 ini ?
HANYA kita yang bisa menjawabnya dengan JUJUR ;)

1. Mengapa Saya harus FOKUS dengan hal yang saya jalani sekarang ?
- mengapa hal ini terjadi ?
- siapa yang harus dipersalahkan ?
- saya sudah rugi apa saja ya ?
- apa yang bisa saya pelajari ?
- apa yang saya miliki ?
- bagaimana saya bisa mengembalikan keadaan ?

2. Apakah maksud dari yang saya alami sekarang ?
- kutukan ? atau anugrah ?
- hukuman ? atau cobaan ?
- kerugian ? atau suatu peluang ?

3. Apa yang akan saya lakukan ?
- tidak satu pun
- tindakan yang menghancurkan
- tindakan yang kreatif

PR yaaaa... hanya kita yang bisa tahu jawabnya ;)

Secret # 6 : Play to WIN



- Prepare to WIN



- Expect to WIN



Mental kita siapkan untuk jadi PEMENANG, niscaya akan menjadi DOA buat KEMENANGAN kita, sekali lagi..berpikiran POSITIF pastinya adalah MUTLAK ;)

Secret # 7 : Take Massive Action

Keberhasilan yang sejati adalah jika telah melalui berbagai macam proses di perjalannya, suka duka sedih senang..semua pernah dirasakan dan dijalani sebagai suatu hal yang memang harus dilalui....

Lakukan selalu tindakan yang LUAR BIASA dalam tindakan apapun yang kita lakukan....





The Common Denominator of Success




Secret # 8 : Never Surrender

Jangan pernah berhenti BERJUANG dan BERUSAHA... terus lakukan hingga titik darah penghabisan..karena kita tidak pernah tahu, keajaiban bisa terjadi dalam hitungan DETIK lho....

Jadi walau waktu sudah hampir habis... TERUS berjuang, TUHAN dan alam semesta akan mendukung jika kita memang sangat BERSUNGGUH-SUNGGUH melakukan sesuatu yang kita MAU...

salah satu contohnya di pertandingan bola 2 club di gambar ini... waktu tersisa tinggal beberapa menit bisa MERUBAH kedudukan, di saat orang-orang merasa bahwa TIDAK MUNGKIN hal itu terjadi, maka kenyataannya adalah TERJADI-lah...




Kesimpulannya :

Mau jadi apakah kita ? PEMAIN atau PENONTON ?

Pemain : jumlahnya lebih sedikit dari pada penonton namun dibayar mahal
Penonton : jumlahnya lebih banyak, mau membayar demi kesenangan sesaat, banyak komentar, banyak kritik namun tidak melalukan apa-apa...

Itu saja hasil oleh-oleh Seminar kemarin... jika ada yang kurang atau yang salah mohon dimaafkan yaaa...

SEMANGATTTTTTTTTTT....

Salam,

CORDELIA - 3113362
( masih ) Director


Wow...so, bagaimana dengan anda? Mau mulai sekarang juga??
Yuk, segera bergabung dengan bisnis dahsyat ini,,,isi formulir disini ya :)

Masih perlu info tentang d'BC Network dan Oriflame? Jangan sungkan untuk colek saya di :
email : nirmalistya@yahoo.com
YM : nirmalistya
FB : http://facebook.com/listya.nirmalasari
Twitter : http://twitter.com/nirmalistya
HP : 0857 1067 2854

It's our TIME and the time is NOW !!!

Minggu, 19 September 2010

New Recruit Program: Sparkling White Moment 20 Sept – 23 Okt 2010

Promo ORIFLAME 20 September - 23 Oktober 2010

Join Oriflame dengan Rp. 39,900
Lakukan order BP pertama minimum Rp. 175,000 dapatkan pengembalian Rp. 30,000 / diskon 75%

Cara bergabung:

  1. - Mendaftar sebagai Consultant Oriflame hanya dengan Rp.39.900,-
  2. - Lakukan order pertama dan dapatkan potongan harga* Rp.30.000,-
  3. - Anda bergabung bersama Oriflame dengan diskon 75%

* Potongan harga (Rp.30.000,-) dari biaya pendaftaran akan diberikan setelah melakukan order BP pertama minimum (Rp.175.000,-) selama periode program 20 September – 23 Oktober 2010.


WELCOME PROGRAM 1

Tentukan target Anda dan raih minimum 75 Bonus Point dalam 30 hari sejak tanggal pertama Anda bergabung sebagai Consultant. Dapatkan Optimals White Day Fluid SPF15 senilai Rp.99.000,-
GRATIS!




WELCOME PROGRAM 2

Jika Anda menyukai pekerjaan Anda, maka akan mudah untuk mendapatkan 100 Bonus Point pada bulan ke-2 Anda di Oriflame. Anda akan mendapatkan banyak hadiah lainnya dan dapatkan Optimals White Foaming Cleanser, Toner dan Body Lotion senilai Rp.307.000,-

GRATIS!



WELCOME PROGRAM 3

Pertahankan pencapaian Anda dan raih 125 Bonus Point pada bulan ketiga. Maka Anda tidak kehilangan apapun, justru memperoleh banyak hadiah. Seperti Enigma dare to Dream EdT senilai Rp.429.000,-
GRATIS!







Yuk, buruan daftar sekarang. Isi formulir disini ya.

Welcome Program untuk Sponsor

Rekrut 3 Orang dan dapatkan produk senilai Rp.835.000,-

Rekrut 2 teman untuk meraih impian mereka! Mulailah dengan membantu mereka sukses dalam Welcome Program Step 1. Hadiah Anda adalah Optimals White Body Lotion, Day Fluid SPF15, Foaming Cleanser dan Clarifying Toner GRATIS!

sponsor1.jpg

Rekrut 3 teman untuk meraih impian mereka! Motivasi mereka untuk memenuhi kualifikasi dalam Welcome Program Step 1. Hadiah Anda adalah Optimals White Body Lotion, Day Fluid SPF15, Foaming Cleanser dan Clarifying Toner dan Enigma dare to Dream Edition EdT GRATIS


sponsor2.png

Informasi lebih lanjut hubungi Listya di:

0857 1067 2854 / 021 41350 530

nirmalistya@yahoo.com


Sudah mantap untuk bergabung? Isi formulir disini ya.

Rabu, 08 September 2010

Jangan Salah Mendidik (bag. 3)

JANGAN SALAH MENDIDIK (bag.3)
penyusun: Ust. Zaenal Abidin bin Syamsudin, Lc

11. Khawatir yang Berlebihan
Perasaan takut terhadap keselamatan dan rasa khawatir terhadap masa depan anak merupakan sifat yang wajar ada pada setiap orangtua. Namun, perasaan itu akan berubah menjadi bahaya bila berlebihan dan berubah menjadi was-was akan keselamatan anaknya, bersikap bakhil karena takut beban biaya hidup anaknya tidak terpenuhi, dan mencintai anak secara berlebihan.

Ketakutan seperti itu hanya akan membuat hidup terbebani, tidak percaya dengan takdir, dan mengurangi ketawakalannya kepada Allah. Yang ada nanti hanya perasaan tidak tenang dan khawatir terhadap nasib anaknya. Inilah yang kadang membuat orangtua tidak tega saat melepas anaknya menempuh pendidikan boarding school (pondok) di pesantren. Padahal, setiap orangtua harus menyadari bahwa suatu saat nanti anak akan berpisah dengannya, baik untuk mencari ilmu atau mencari pekerjaan untuk menghidupi keluarganya setelah menikah kelak.

12. Kurang Sabar dalam Menerima Hasil
Bisa jadi orangtua sudah punya target-target tertentu atas pendidikan anaknya, atau boleh jadi orangtua telah mendidik anaknya untuk mengganti jabatannya atau memegang perusahaannya setelah dia meninggal. Namun, ternyata sang anak mengecewakannya. Bukan karena ia nakal dan membangkang, melainkan karena bakat sang anak tidak sejalan dengan keinginan dan harapan orangtuanya. Akhirnya, kita dengar orang tua mencerca anaknya, “Tinggal belajar saja kok tidak bisa. Makanya, belajar yang betul!”

Padahal, kita semua sadar bahwa Allah subhanahu wa ta’ala mengaruniakan kecerdasan dan kemampuan yang berbeda kepada setiap hamba-Nya. Seharusnya orang tua bersikap bijak. Kewajiban orangtua hanyalah berusaha semaksimal mungkin mengarahkan dan membina anak-anaknya, sedangkan hasilnya, Allah Maha Adil dan Maha Tahu apa yang tetbaik bagi hamba-Nya. Jadi, kenapa orangtua harus kecewa dengan hasil yang tidak sesuai keinginannya? Bukankah lebih baik mengutamakan kesabaran dan keistikomahan dalam mendidik dan mengarahkan anak, daripada terpaku pada hasil akhirnya?

13. Curiga Berlebihan
Orang tua harus bersikap terbuka dan memberi kepercayaan kepada anak. Sikap ini akan memperlancar komunikasi dan interaksi dengan anak maupun anggota keluarga yang lain. Keterbukaan dan kepercayaan juga akan membuat anak mencintai orangtuanya secara tulus dan memandang penuh hormat dan kasih pada keduanya. Sebaliknya, bila orang tua mudah menuduh
tanpa bukti, mencurigai setiap gerak-gerik anak tanpa alasan dan menganggap anak berkhianat kepada orangtuanya, perasaan anak akan tercabik-cabik, kekecewaan tumbuh, dan kemarahan anak kepada orangtua akan tersulut. Apalagi bila anak merasa apa yang dituduhkan kepadanya tidak benar.

Oleh karena itu, orang tua harus berhati-hati dalam menilai anak-anaknya. Jangan mudah curiga dan menuduh anak dengan sesuatu tanpa alasan dan bukti hanya karena kurang cinta atau cemburu. Orang tua juga tidak boleh meremehkan kemampuan dan kelebihan anak dengan menganggapnya masih terlalu kecil.

Di pihak lain, sang anak pun tak boleh mudah memvonis orangtuanya tidak sayang dan membencinya. Seharusnya seorang anak bersabar menghadapi sikap orang tua yang kurang berkenan dan sebaiknya mencari informasi yang sebenarnya kenapa orangtuanya bersikap demikian, dan menghilangkan dendam kepada orangtua karena sikapnya tersebut. Sebab, dendam yang dibiarkan bisa memutus hubungan silaturahim. Maka, pupuklah sikap saling percaya, tumbuhkan empati, dan sikap terbuka dalam menghadapi setiap masalah.

14. Menjauhkan Anak dari Orang Shalih
Kalau tidak bergaul dengan ulama atau orang shalih, pasti kita akan bergaul dengan orang-orang bodoh dan ahli maksiat. Kedekatan dengan para ulama dan orang shalih akan memotivasi anak untuk cinta pada kebaikan, amal shalih, dan lingkungan yang bagus. Siapa yang berkumpul dengan orang-orang baik atau hidup di lingkungan yang baik, akan tertular kebaikannya. Dan siapa yang berkumpul dengan orang-orang buruk atau hidup di lingkungan yang buruk, akan pula terkena getah keburukannya.

Wahai anak shalih yang mendambakan surga, jangan biarkan dirimu bergaul dengan orang buruk berhati serigala, orang munafik, orang fasik dan ahli bid’ah perusak agama. Ingat, orang yang baik akan dikumpulkan bersama orang baik dan orang yang buruk akan berkumpul dengan orang yang buruk. Dan pada Hari Kiamat kelak, seseorang dikumpulkan bersama orang yang dicintainya.

dari buku:
judul: “Untukmu Anak Shalih”
penyusun: Ust. Zaenal Abidin bin Syamsudin, Lc
penerbit: rumah penerbit al-manar
halaman: 42-45

diambil dari : www.jilbab.or.id

Jangan Salah Mendidik (bag. 2)

JANGAN SALAH MENDIDIK (bagian 2)
penyusun: Ust. Zaenal Abidin bin Syamsudin, Lc

5. Motivasi yang Kurang Tepat
Kesalahan orangtua atau guru dalam memberi motivasi kepada anak didiknya bisa memberi dampak yang kurang baik. Misalnya, mendoromg anak berprestasi dengan hadiah yang menggiurkan, atau memotivasi anak berprestasi agar tidak tersaingi oleh teman-temannya, atau memotivasi anak agar bangga dengan prestasi yang telah dicapainya. Motivasi yang demikian itu akan merusak watak dan pribadi anak, karena anak terdorong bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu bukan karena Allah, melainkan karena ingin berprestasi dan mendapat hadiah yang menggiurkan.
Parahnya lagi, hanya untuk mengejar hadiah yang dijanjikan, si anak bisa saja menghalalkan segala cara, dengan mencontek atau berbuat curang lainnya, yang penting hadiah didapat.

Alhasil, bila dia tidak bisa berprestasi, maka dia akan menjadi orang yang frustasi dan malas belajar, sedangkan pada anak yang didorong agar tidak tersaingi oleh teman-temannya akan timbul sifat angkuh, sombong dan egois. Dan anak yang dimotivasi agar bangga dengan prestasi yang dicapainya, tumbuh menjadi anak yang tidak pandai bersyukur kepada Allah; ia hanya bersemangat menuntut ilmu, tapi kehilangan kendali bila gagal.

6. Membatasi Kreativitas Anak
Ada sebagian orangtua yang membatasi, memaksa dan selalu menentukan kreativitas anak. Ini akan mengekang bakat anak, membuat anak kurang percaya diri, tidak pandai bergaul, dan cenderung memisahkan diri dari teman-temannya. Seharusnya orangtua mengarahkan, membimbing, mendorong dan memberi fasilitas agar anak mengembangkan kreativitasnya sepanjang kreativitas itu tidak melanggar syariat, tidak merugikan dan mengganggu orang lain, dan bermanfaat untuk diri maupun agamanya. Anak yang merasa didukung kreativitasnya akan tumbuh dengan kepala yang penuh ide cemerlang dan menjadi orang yang bertanggung jawab, sekaligus menjadi anak yang bangga dengan orang-tuanya.

7. Membatasi Pergaulan
Kadang, karena tidak ingin anak terpengaruh oleh perilaku buruk teman bergaulnya, orangtua bertindak sangat protektif terhadap anaknya. Bahkan, anak tak boleh “nimbrung” jika orang tuanya sedang menerima tamu. Atau, anak hanya diperbolehkan bergaul dengan teman-teman tertentu yang belum tentu shalih, tapi justru dilarang mendekati temannya yang shalih, paham As-Sunnah dan rajin beribadah.

Sikap orangtua seperti di atas membuat anak menjadi pemalu dan tidak pandai bergaul, atau akan membuat anak mudah merendahkan orang lain yang dianggap tidak selevel dengannya.

Orangtua bijaksana akan mengawasi pergaulan anak-anaknya, tanpa terlalu membatasi tapi juga tidak membiarkan anak bergaul bebas. Orangtua harus selalu mengingatkan dan memantau agar anak bergaul dengan orang-orang shalih, yang paham As-Sunnah, rajin beribadah dan berakhlak mulia serta teman-teman yang bisa memotivasinya menjadi orang yang bermanfaat untuk diri, agama, orang tua dan orang di sekitarnya.

8. Tidak Disiplin dan Kurang Tertib
Ketidakdisiplinan dan kurang tertibnya orang tua dalam mendidik anak akan membuat anak juga tidak disiplin dan tertib dalam menjalani hidupnya. Orangtua dan para pendidik harus menanamkan hidup disiplin dan tertib sejak usia dini sehingga anak terbiasa hidup disiplin dan tertib dalam menunaikan tugas-tugas harian, terutama yang terkait dengan kewajiban agama dan ibadah kepada Allah, tugas rumah dan tugas sekolahan. Anak harus dilatih untuk membiasakan shalat fardhu tepat waktu dan berjemaah di masjid (bagi anak laki-laki), melatih diri untuk berpuasa, serta menaati perintah orangtua dalam kebaikan, bukan dalam kemaksiatan.

Setiap orangtua atau pendidik hendaknya membuatkan jadwal rutin harian, yang berkaitan dengan ibadah, tugas harian maupun tugas sekolah, dan orangtua harus senantiasa mengontrol dan mengawasinya jangan sampai ada yang terlewatkan.

9. Hanya Pendidikan Formal
Sebagian orangtua sudah merasa cukup mendidik anak bila sudah memberi mereka pendidikan formal atau kursus bimbingan belajar. Padahal, kebanyakan lembaga tersebut mengajarkan ilmu keduniaan saja, tanpa memedulikan kebutuhan prinsipil seperti pendidikan akidah, pembinaan akhlak dan pendidikan yang berbasis pada kemandirian. Alhasil, lulus dari pendidikan formal, anak tidak bisa menghadapi realitas dan persaingan hidup. Sebab, kebutuhan ilmu sang anak tidak dapat dipenuhi hanya melalui madrasah saja.

Dengan kata lain, setiap anak harus membekali dirinya dengan berbagai pengetahuan yang berkaitan dengan realitas hidup, perkembangan teknologi, bisnis, informasi, komunikasi, situasi terkini, dunia tumbuhan dan binatang. Dan untuk itu, orangtua haruslah aktif dan selektif dalam memilihkan bacaan, yaitu memilihkan bacaan yang bermanfaat dan tidak bertentangan dengan syariat Islam. Karenanya, pendidikan non formal, terutama pendidikan agama mutlak diperlukan, karena dengan pendidikan inilah si anak akan dapat menyaring, mana ilmu teknologi, bisnis, komunikasi, dan segala hal yang bermanfaat atau justru berpotensi merusak akidah maupun akhlak seseorang.

10. Kurang Mengenalkan Tanggung Jawab
Orangtua harus menumbuhkan kesadaran dan rasa tanggung jawab yang tinggi pada anak-anaknya akan tugas dan kewajiban mereka, baik yang terkait dengan urusan agama maupun dunia. Masing-masing harus merasa bahwa tugas sekecil apa pun merupakan amanah yang harus diemban dan beban tanggung jawab yang harus dipikul sepenuh kemampuan. Anak harus dilatih untuk lebih dahulu menunaikan kewajiban dari pada menuntut haknya baik hubungannya dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala maupun kepada sesama manusia terutama kepada orangtua, sanak-kerabat dan teman-temannya.

Orangtua harus mengenalkan kepada anak-anaknya tanggung jawab kepada agama, diri, dan lingkungannya. Bahkan anak harus dikenalkan pada kewajiban zakat, infak dan sedekah, menyantuni anak yatim dan fakir-miskin agar tumbuh rasa tanggung jawab dan sensitivitasnya pada agama dan lingkungan, baik lingkungan rumah maupun sekolah.

11.Khawatir yang Berlebihan
12.Kurang Sabar dalam Menerima Hasil
13.Curiga Berlebihan
14.Menjauhkan Anak dari Orang Shalih

keterangan poin 11-14, edisi depan, insya allah…

dari buku:
judul: “Untukmu Anak Shalih”
penyusun: Ust. Zaenal Abidin bin Syamsudin, Lc
penerbit: rumah penerbit al-manar
halaman: 38-42

diambil dari : www.jilbab.or.id


Mencetak Anak Sholih : Jangan Salah Mendidik (bag. 1)

JANGAN SALAH MENDIDIK
penyusun: Ust. Zaenal Abidin bin Syamsudin, Lc

Lembaga pendidikan hanya sebuah sarana dan sekolah hanya sekadar tempat singgah anak untuk menjalani persiapan menuju jenjang pendidikan berikutnya. Namun, sangat disayangkan sebagian lembaga pendidikan ternyata lebih banyak mewarnai perilaku dan tabiat buruk anak. Oleh karena itu, bila sukses dunia-akhirat adalah pertimbangan utama, maka orangtua harus pandai-pandai memilih lembaga pendidikan yang sejalan dengan syariat Islam.

Banyak orang awam dan berkantong tebal salah dalam memilih lembaga pendidikan. Alih-alih mempertimbangkan kebersihan akidah dan keluhuran akhlak bagi anak-anaknya, mereka hanya berorientasi pada keberhasilan di dunia. Alhasil, mereka hanya memilih sekolah favorit yang ternama dan bergengsi walaupun harus mengeluarkan biaya yang sangat besar. Sekolah mahal dipakai sebagai alat pengangkat prestise orangtua, sekadar alat untuk menunjukkan bahwa orangtua mampu menyekolahkan anak di sekolah pilihan orang kaya. Bila sudah begini, janganlah terlalu berharap memiliki anak shalih.

Berikut beberapa contoh kesalahan orang tua dalam memberikan pendidikan buat anak-anaknya:
1. Salah Tujuan
Seringkali orangtua menyekolahkan anak karena malu pada tetangga bila anaknya bodoh atau kalah kecerdasannya, atau khawatir kelak anaknya tidak mendapat pekerjaaan yang layak. Atau, si orangtua hanya ingin agar anaknya nanti menjadi pengawai negeri dan pejabat tinggi yang banyak harta dan hidup mapan. Padahal, orangtua haruslah berangkat dari niat menjalankan
perintah Allah, yaitu memenuhi kewajiban hamba sebagai orangtua yang memang dituntut untuk mendidik anak-anaknya agar menjadi hamba Allah subhanahu wa ta’ala yang bertakwa dan shalih, yang menjadi simpanan abadi di akhirat kelak.

Sayangnya, saat ini justru sekolah yang melulu berorientasi pada keberhasilan dunialah yang menjadi prioritas banyak orang awam. Mereka tak memperhatikan apakah terjadi ikhtilat atau tidak. Sehingga kemaksiatan mudah tercipta di sekolah tersebut, karena landasan agama dicampakkan, sementara dunia menjadi tujuan. Lihatlah, di sekolah-sekolah yang ikhtilat,
banyak terjadi kasus zina melalui budaya pacaran, pergaulan bebas, dan asmara buta sehingga kekejian merebak dan perzinahan merajalela.

2. Salah Sekolahan
Bisa jadi orangtua sudah benar dalam niat, tapi karena ilmu agamanya yang minim, ia salah mencarikan lembaga pendidikan bagi anak-anaknya. Misalnya, ia ingin anaknya paham ilmu agama, maka ia main masukkan saja anaknya ke sekolah agama seperti madrasah atau pesantren, tanpa peduli apakah pesantren itu penuh bid’ah atau tidak, dan apakah akidah dan akhlak para santri benar-benar terkontrol.

Harus diakui, saat ini masih ada sekolah Islam yang di situ bercampur-baur antara pelajar laki-laki dengan perempuan, atau kurang memperhatikan sistem pengajarannya, sehingga bercampur antara pelajaran yang syar’i dan bid’ah, bahkan antara ajaran Islam dan ajaran kafir. Alhasil, pemahaman dan efek buruklah yang diterima sang anak. Kelak, ia pun secara sistematis akan tumbuh menjadi generasi dengan pemahaman dan pengamalan Islam yang
menyimpang dari syariat Islam.

3. Salah Teladan
Sebagaimana yang telah saya jelaskan di atas, keteladan memiliki pengaruh kuat dalam proses pendidikan anak. Perilaku orangtua maupun guru berdampak kuat bagi pembentukan kematangan pribadi sang anak. Teladan yang salah akan membuat anak terdidik di atas kebiasaan buruk dan perilaku negatif. Karena itu, orangtua harus memilih pendidik yang menjunjung tinggi
nilai-nilai akidah dan moral, serta memiliki kelebihan ilmu dan amal dibanding murid-muridnya.

4. Salah Metode Pendidikan
Bisa saja pelajaran yang diberikan kepada sang anak sudah baik, tapi cara penyampaiannya yang tidak tepat, sehingga tujuan dan target pendidikan tidak tercapai, atau anak didik menjadi gagal. Mendisiplinkan anak-anak dengan sanksi kekerasan fisik, misalnya, hanya membentuk anak berwatak keras. Sebaliknya, memberi toleransi yang berlebihan akan membuat anak semakin manja. Anak yang selalu diluluskan permintaan materinya akan tumbuh menjadi anak yang cinta dunia, sementara anak yang biasa diabaikan permintaannya, bisa punya kebiasaan mencuri. Di sekolah, anak hanya dicecar dengan hafalan, tapi kurang diajak memahami suatu permasalahan.

5. Motivasi yang Kurang Tepat
6. Membatasi Kreativitas Anak
7. Membatasi Pergaulan
8. Tidak Disipilin dan Kurang Tertib
9. Hanya Pendidikan Formal
10.Kurang Mengenalkan Tanggung Jawab
11.Khawatir yang Berlebihan
12.Kurang Sabar dalam Menerima Hasil
13.Curiga Berlebihan
14.Menjauhkan Anak dari Orang Shalih

keterangan poin 5-14, edisi depan, insya allah…

dari buku:
judul: “Untukmu Anak Shalih”
penyusun: Ust. Zaenal Abidin bin Syamsudin, Lc
penerbit: rumah penerbit al-manar
halaman: 35-38

diambil dari : www.jilbab.or.id

13 Akhlak Utama Salafush Sholih

Ahlus Sunnah wal Jama’ah atau Salafush Sholih (generasi terbaik dari umat Islam) bukan hanya mengajarkan prinsip dalam beraqidah saja, namun Ahlus Sunnah wal Jama’ah juga bagaimanakah berakhlaq yang mulia.

Itulah yang diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam haditsnya,

إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ صَالِحَ الأَخْلاَقِ

Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan baiknya akhlaq.” (HR. Ahmad 2/381, shahih)

Dalam suatu hadits shahih, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memanjatkan do’a,

اللّهُمَّ اهْدِنِى لأَحْسَنِ الأَخْلاَقِ لاَ يَهْدِى لأَحْسَنِهَا إِلاَّ أَنْتَ

Allahummah-diinii li-ahsanil akhlaaqi, laa yahdi li-ahsaniha illa anta (Ya Allah, tunjukilah padaku akhlaq yang baik. Tidak ada yang dapat menunjuki pada baiknya akhlaq tersebut kecuali Engkau)” (HR. Muslim no. 771).

Maka sungguh sangat aneh jika ada yang mengklaim dirinya sebagai Ahlus Sunnah, namun jauh dari akhlaq yang mulia. Jika ia menyatakan dirinya mengikuti para salaf (generasi terbaik umat ini), tentu saja ia tidak boleh mengambil sebagian ajaran mereka saja. Akhlaqnya pun harus bersesuaian dengan para salaf. Namun saying seribu sayang, prinsip yang satu inilah yang jarang diperhatikan. Kadang yang menyatakan dirinya Ahlus Sunnah malah dikenal bengis, dikenal kasar, dikenal selalu bersikap keras. Sungguh klaim hanyalah sekedar klaim. Apa manfaatnya klaim jika tanpa bukti?

Di antara bukti pentingnya akhlaq di sisi para salaf –Ahlus Sunnah wal Jama’ah-, mereka menjadikan masalah akhlaq sebagai ushul (pokok) aqidah dan mereka memasukkannya dalam permasalahan aqidah. Di antara ajaran akhlaq tersebut adalah:

[Pertama: Selalu mengajak pada yang ma’ruf dan melarang dari yang mungkar]

Ahlus Sunnah mengajak pada yang ma’ruf (kebaikan) dan melarang dari kemungkaran. Mereka meyakini bahwa baiknya umat Islam adalah dengan tetap adanya ajaran amar ma’ruf yang barokah ini. Perlu diketahui bahwa amar ma’ruf merupakan bagian dari syariat Islam yang paling mulia. Amar ma’ruf inilah yang merupakan sebab terjaganya jama’ah kaum muslimin. Amar ma’ruf adalah suatu yang wajib sesuai kemampuan dan dilihat dari maslahat dalam beramar ma’ruf. Mengenai keutamaan amar ma’ruf nahi mungkar, Allah Ta’ala berfirman,

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.” (QS. Ali Imron: 110)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الإِيمَانِ

Barangsiapa di antara kamu melihat kemungkaran hendaklah ia mencegah kemungkaran itu dengan tangannya. Jika tidak mampu, hendaklah mencegahnya dengan lisan. Jika tidak mampu juga, hendaklah ia mencegahnya dengan hatinya. Itulah selemah-lemah iman.” (HR. Muslim no. 49)

[Kedua: Mendahulukan sikap lemah lembut dalam berdakwah dan amar ma’ruf nahi mungkar]

Ahlus Sunnah wal Jama’ah berprinsip bahwa hendaknya lebih mendahulukan sikap lemah lembut ketika amar ma’ruf nahi mungkar, hendaklah pula berdakwah dengan sikap hikmah dan memberi nasehat dengan cara yang baik. Allah Ta’ala berfirman,

ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.” (QS. An Nahl: 125)

[Ketiga: Sabar ketika berdakwah]

Ahlus Sunnah meyakini wajibnya bersabar dari kelakukan jahat manusia ketika beramar ma’ruf nahi mungkar. Hal ini karena mengamalkan firman Allah Ta’ala,

وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَاصْبِرْ عَلَى مَا أَصَابَكَ إِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ

Dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).” (QS. Luqman: 17)

[Keempat: Tidak ingin kaum muslimin berselisih]

Ahlus Sunnah ketika menegakkan amar ma’ruf nahi mungkar, mereka punya satu prinsip yang selalu dipegang yaitu menjaga keutuhan jama’ah kaum muslimin, menarik hati setiap orang, menyatukan kalimat (di atas kebenaran), juga menghilangkan perpecahan dan perselisihan.

[Kelima: Memberi nasehat kepada setiap muslim karena agama adalah nasehat]

Ahlus Sunnah wal Jama’ah pun punya prinsip untuk memberi nasehat kepada setiap muslim serta saling tolong menolong terhadap sesama dalam kebaikan dan takwa. Hal ini karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

« الدِّينُ النَّصِيحَةُ » قُلْنَا لِمَنْ قَالَ « لِلَّهِ وَلِكِتَابِهِ وَلِرَسُولِهِ وَلأَئِمَّةِ الْمُسْلِمِينَ وَعَامَّتِهِمْ ».

Agama adalah nasehat. Kami berkata, “Kepada siapa?” Beliau menjawab, “Kepada Allah, kepada kitab-Nya, kepada Rasul-Nya dan kepada pemimpin kaum muslimin serta kaum muslimin secara umum.” (HR. Muslim no. 55)

[Keenam: Bersama pemerintah kaum muslimin dalam beragama]

Ahlus Sunnah wal Jama’ah juga menjaga tegaknya syari’at Islam dengan menegakkan shalat Jum’at, shalat Jama’ah, menunaikan haji, berjihad dan berhari raya bersama pemimpin kaum muslimin baik yang taat pada Allah dan yang fasik. Prinsip ini jauh berbeda dengan prinsip ahlu bid’ah.

[Ketujuh: Bersegera melaksanakan shalat wajib dan khusyu di dalamnya]

Ahlus Sunnah punya prinsip untuk bersegera menunaikan shalat wajib, mereka semangat menegakkan shalat wajib tersebut di awal waktu bersama jama’ah. Shalat di awal waktu itu lebih utama daripada shalat di akhir waktu kecuali untuk shalat Isya. Ahlus Sunnah pun memerintahkan untuk khusyu’ dan thuma’ninah (bersikap tenang) dalam shalat. Mereka mengamalkan firman Allah Ta’ala,

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ (1) الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ (2)

Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam shalatnya.” (QS. Al Mu’minun: 1-2)

[Kedelepan: Semangat melaksanakan qiyamul lail]

Ahlus Sunnah wal Jama’ah saling menyemangati (menasehati) untuk menegakkan qiyamul lail (shalat malam) karena amalan ini adalah di antara petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Shalat ini pun yang diperintahkan oleh Allah kepada Nabinya shallallahu ‘alaihi wa sallam dan beliau pun bersemangat untuk taat kepada Allah Ta’ala. Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia menceritakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa menunaikan shalat malam. Sampai kakinya pun terlihat memerah (pecah-pecah). ‘Aisyah mengatakan, “Kenapa engkau melakukan seperti ini wahai Rasulullah, padahal Allah telah mengampuni dosa-dosamu yang lalu dan akan datang?”. Beliau lantas mengatakan,

أَفَلاَ أَكُونُ عَبْدًا شَكُورًا

“(Pantaskah aku meninggalkan tahajjudku?) Jika aku meninggalkannya, maka aku bukanlah hamba yang bersyukur.” (HR. Bukhari no. 4837)

[Kesembilan: Tegar menghadapi ujian]

Ahlus Sunnah wal Jama’ah tetap teguh ketika mereka mendapatkan ujian, yaitu bersabar dalam menghadapi musibah. Mereka pun bersyukur ketika mendapatkan kelapangan. Mereka ridho dengan takdir yang terasa pahit. Mereka senantiasa mengingat firman Allah Ta’ala,

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az Zumar: 10).

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلاَءِ وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلاَهُمْ فَمَنْ رَضِىَ فَلَهُ الرِّضَا وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السَّخَطُ

Sesungguhnya ujian yang berat akan mendapatkan pahala (balasan) yang besar pula. Sesungguhnya Allah jika ia mencintai suatu kaum, pasti Allah akan menguji mereka. Barangsiapa yang ridho, maka Allah pun ridho padanya. Barangsiapa yang murka, maka Allah pun murka padanya.” (HR. Tirmidzi no. 2396, hasan shahih)

[Kesepuluh: Tidak mengharap-harap datangnya musibah]

Ahlus Sunnah tidaklah mengharap-harap datangnya musibah. Mereka pun tidak meminta pada Allah agar didatangkan musibah. Karena mereka tidak tahu, apakah nantinya mereka termasuk orang-orang yang bersabar ataukah tidak. Akan tetapi, jika musibah tersebut datang, mereka akan bersabar. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ تَتَمَنَّوْا لِقَاءَ الْعَدُوِّ ، وَسَلُوا اللَّهَ الْعَافِيَةَ ، فَإِذَا لَقِيتُمُوهُمْ فَاصْبِرُوا

Janganlah kalianmengharapkan bertemu dengan musuh tapi mintalah kepada Allah keselamatan. Dan bila kalian telah berjumpa dengan musuh bersabarlah.” (HR. Bukhari no. 2966 dan Muslim no. 1742)

[Kesebelas: Tidak berputus asa dari pertolongan Allah ketika menghadapi cobaan]

Ahlus Sunnah wal Jama’ah tidak berputus asa dari rahmat Allah ketika mereka mendapati cobaan. Karena Allah Ta’ala melarang seseorang untuk berputus asa. Akan tetapi pada saat tertimpa musibah, mereka terus berusaha untuk mencari jalan keluar dan pertolongan Allah yang pasti datang. Mereka tahu bahwa di balik kesulitan ada kemudahan yang begitu dekat. Mereka pun senantiasa introspeksi diri, merenungkan mengapa musibah tersebut bisa terjadi. Mereka senantiasa yakin bahwa berbagai musibah itu datang hanyalah karena sebab kelakuan jelek dari tangan-tangan mereka (yaitu karena maksiat yang mereka perbuat). Mereka tahu bahwa pertolongan bisa jadi tertunda (diakhirkan) karena sebab maksiat yang dilakukan atau mungkin karena ada kekurangan dalam mengikuti petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena Allah Ta’ala berfirman,

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ

Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri.” (QS. Asy Syura: 30).

Ahlus Sunnah tidak bersandar pada sebab-sebab yang baru muncul, kejadian duniawi atau bersandar pada peristiwa-peristiwa alam ketika mendapat ujian dan menanti datangnya pertolongan. Mereka tidak begitu tersibukkan dengan memikirkan sebab-sebab tadi. Mereka sudah memandang sebelumnya bahwa takwa kepada Allah Ta’ala, memohon ampun (istighfar) dari segala macam dosa dan bersandar pada Allah serta bersyukur ketika lapang adalah sebab terpenting untuk keluar segera mendapatkan kelapangan dari kesempitan yang ada.

[Keduabelas: Tidak kufur nikmat]

Ahlus Sunnah wal Jama’ah begitu khawatir dengan akibat dari kufur dan pengingkaran terhadap nikmat. Oleh karena itu, Ahlus Sunnah adalah orang yang begitu semangat untuk bersyukur pada Allah. Mereka senatiasa bersyukur atas segala nikmat, yang kecil atau pun yang besar. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

انْظُرُوا إِلَى مَنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلاَ تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ فَهُوَ أَجْدَرُ أَنْ لاَ تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ

Pandanglah orang yang berada di bawahmu (dalam masalah harta dan dunia) dan janganlah engkau pandang orang yang berada di atasmu. Dengan demikian, hal itu akan membuatmu tidak meremehkan nikmat Allah padamu.” (HR. Muslim no. 2963)

[Ketigabelas: Selalu menghiasi diri dengan akhlaq yang mulia]

Ahlus Sunnah selalu menghiasi diri dengan akhlaq yang mulia dan baik. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا

Orang mukmin yang sempurna imannya adalah yang baik akhlaqnya.” (HR. Tirmidzi no. 1162, Abu Daud no. 4682 dan Ad Darimi no. 2792, hasan shahih)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

إِنَّ مِنْ أَحَبِّكُمْ إِلَىَّ وَأَقْرَبِكُمْ مِنِّى مَجْلِسًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَحَاسِنَكُمْ أَخْلاَقًا

Sesungguhnya di antara orang yang paling aku cintai dan yang tempat duduknya lebih dekat kepadaku pada hari kiamat ialah orang yang bagus akhlaqnya.” (HR. Tirmidzi no. 2018, shahih)

إِنَّ الْمُؤْمِنَ لَيُدْرِكُ بِحُسْنِ خُلُقِهِ دَرَجَةَ الصَّائِمِ الْقَائِمِ

Sesungguhnya seorang mukmin akan mendapatkan kedudukan ahli puasa dan shalat dengan ahlak baiknya.” (HR. Abu Daud no. 4798, shahih)

مَا مِنْ شَىْءٍ يُوضَعُ فِى الْمِيزَانِ أَثْقَلُ مِنْ حُسْنِ الْخُلُقِ وَإِنَّ صَاحِبَ حُسْنِ الْخُلُقِ لَيَبْلُغُ بِهِ دَرَجَةَ صَاحِبِ الصَّوْمِ وَالصَّلاَةِ

Tidak ada yang lebih berat dalam timbangan daripada akhlak yang baik, dan sesungguhnya orang yang berakhlak baik akan mencapai derajat orang yang berpuasa dan shalat.” (HR. Tirmidzi no. 2003, shahih)

Semoga yang singkat ini bermanfaat.


Referensi
: Min Akhlaq Salafish Sholih, ‘Abdullah bin ‘Abdul Hamid Al Atsari, Dar Ibnu Khuzaimah.

sumber : www.rumaysho.com

Ibadah bagi Wanita di masa Haidh

Apa saja ibadah yang dibolehkan bagi wanita di kala haidh? Ada penjelasan amat bagus dari seorang ulama besar saat ini, Syaikh Kholid Al Mushlih, murid senior Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin rahimahullah.

Syaikh Kholid bin ‘Abdillah Al Mushlih hafizhohullah menerangkan:

Haidh dan nifas adalah suatu ketetapan Allah bagi kaum hawa karena ada hikmah dan rahmat di balik itu semua. Para ulama telah sepakat (baca: ijma’) bahwa wanita haidh dan nifas dilarang melakukan shalat yang wajib maupun yang sunnah, serta tidak perlu mengqodho’ (mengganti) shalatnya. Begitu pula para ulama sepakat bahwa wanita haidh dan nifas dilarang berpuasa yang wajib maupun yang sunnah selama masa haidhnya. Namun mereka wajib mengqodho’ puasanya tersebut. Para ulama pun sepakat bahwa wanita haidh dan nifas boleh untuk berdzikir dengan bacaan tasbih (subhanallah), tahlil (laa ilaha illallah), dan dzikir lainnya. Adapun membaca Al Qur’an tentang bolehnya bagi wanita haidh dan nifas terdapat perselisihan pendapat. Yang tepat dalam hal ini, tidak mengapa wanita haidh dan nifas membaca Al Qur’an sebagaimana akan datang penjelasannya. Begitu pula tidak mengapa wanita haidh dan nifas melakukan amalan sholih lainnya selain yang telah kami sebutkan ditambah thowaf.

Dalam riwayat Bukhari (294) dan Muslim (1211) dari jalur ‘Abdurrahman bin Al Qosim, dari Al Qosim bin Muhammad, dari ‘Aisyah, ia berkata, “Aku pernah keluar, aku tidak ingin melakukan kecuali haji. Namun ketika itu aku mendapati haidh. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam akhirnya mendatangiku sedangkan aku dalam keadaan menangis. Belia berkata, “Apa engkau mendapati haidh?” Aku menjawab, “Iya.” Beliau bersabda, “Ini sudah jadi ketetapan Allah bagi kaum hawa. Lakukanlah segala sesuatu sebagaimana yang dilakukan orang yang berhaji kecuali thowaf keliling Ka’bah.”

Dari sini maka hendaklah laki-laki dan perempuan bersemangat untuk melakukan berbagai kebaikan. Tidak sepantasnya melarang wanita di masa haidh dan nifasnya dari berbagai kebaikan lainnya karena ini merupakan tipu daya syaithon. Mereka hanya terlarang melakukan shalat, puasa, dan thowaf, sedangkan yang lainnya mereka boleh menyibukkan diri dengannya.

Adapun khusus untuk membaca Al Qur’an bagi wanita haidh, maka di sini terdapat perselisihan di kalangan para ulama rahimahullah. Ada tiga pendapat dalam masalah ini:

Pendapat pertama: Bolehnya membaca Al Qur’an bagi wanita haidh dan nifas, asalkan tidak menyentuh mushaf Al Qur’an. Inilah pendapat dari Imam Malik, juga salah satu pendapat dari Imam Abu Hanifah dan Imam Ahmad. Pendapat ini juga dipilih oleh Imam Al Bukhari, Daud Azh Zhohiri, dan Ibnu Hazm.

Pendapat kedua: Bolehnya membaca sebagian Al Qur’an, satu atau dua ayat, bagi wanita haidh dan nifas. Ada yang menyebutkan bahwa tidak terlarang membaca Al Qur’an kurang dari satu ayat.

Pendapat ketiga: Diharamkan membaca Al Qur’ab bagi wanita haidh dan nifas walaupun hanya sebagian saja. Inilah pendapat mayoritas ulama, yakni ulama Hanafiyah, ulama Syafi’iyah, ulama Hambali dan selainnya. Imam At Tirmidzi mengatakan bahwa inilah pendapat kebanyakan ulama dari kalangan sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, kalangan tabi’in dan ulama setelahnya.

Setiap pendapat di atas memiliki dalil pendukung masing-masing. Namun yang terkuat menurut kami adalah bolehnya membaca Al Qur’an bagi wanita haidh dan nifas. Inilah pendapat yang lebih mendekati kebenaran. Seandainya wanita haidh terlarang membaca Al Qur’an, tentu saja Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam akan menjelaskannya dengan penjelasan yang benar-benar gamblang, lalu tersampaikanlah pada kita dari orang-orang yang tsiqoh (terpercaya). Jika memang benar ada pelarangan membaca Al Qur’an bagi wanita haidh dan nifas, tentu akan ada penjelasannya sebagaimana diterangkan adanya larangan shalat dan puasa bagi mereka. Kita tidak bisa berargumen dengan dalil pelarangan hal ini karena para ulama sepakat akan kedho’ifannya. Hadits yang dikatakan bahwa para ulama sepakat mendho’ifkannya adalah hadits yang diriwayatkan oleh At Tirmidzi dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhu secara marfu’ (sampai pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam),

لا تقرأ الحائض ولا الجنب شيئاً من القرآن

Tidak boleh membaca Al Qur’an sedikit pun juga bagi wanita haidh dan orang yang junub.” Imam Ahmad telah membicarakan hadits ini sebagaimana anaknya menanyakannya pada beliau lalu dinukil oleh Al ‘Aqili dalam Adh Dhu’afa’ (90), “Hadits ini batil. Isma’il bin ‘Iyas mengingkarinya.” Abu Hatim juga telah menyatakan hal yang sama sebagaimana dinukil oleh anaknya dalam Al ‘Ilal (1/49). Begitu pula Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Fatawanya (21/460), “Hadits ini adalah hadits dho’if sebagaimana kesepakatan para ulama pakar hadits.”

Ibnu Taimiyah mengatakan dalam Fatawanya (26/191), “Hadits ini tidak diketahui sanadnya sampai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hadits ini sama sekali tidak disampaikan oleh Ibnu ‘Umar, tidak pula Nafi’, tidak pula dari Musa bin ‘Uqbah, yang di mana sudah sangat ma’ruf banyak hadits dinukil dari mereka. Para wanita di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga sudang seringkali mengalami haidh, seandainya terlarangnya membaca Al Qur’an bagi wanita haidh/nifas sebagaimana larangan shalat dan puasa bagi mereka, maka tentu saja Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam akan menerangkan hal ini pada umatnya. Begitu pula para istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengetahuinya dari beliau. Tentu saja hal ini akan dinukil di tengah-tengah manusia (para sahabat). Ketika tidak ada satu pun yang menukil larangan ini dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka tentu saja membaca Al Qur’an bagi mereka tidak bisa dikatakan haram. Karena senyatanya, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak melarang hal ini. Jika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri tidak melarangnya padahal begitu sering ada kasus haidh di masa itu, maka tentu saja hal ini tidaklah diharamkan.”

Syaikhul Islam telah menjelaskan secara global tentang pembolehan membaca Al Qur’an bagi wanita haidh dengan menyebutkan kelemahan hadits yang membicarakan hal itu. Syaikhul Islam mengatakan dalam Majmu’ Al Fatawa (21/460), “Sudah begitu maklum bahwa wanita sudah seringkali mengalami haidh di masa beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, namun tidak ditemukan bukti beliau melarang membaca Al Qur’an kala itu. Sebagaimana pula beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak melarang berdzikir dan berdo’a bagi mereka. Bahkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri memerintahkan kepada para wanita untuk keluar saat ied, lalu bertakbir bersama kaum muslimin. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam pun memerintahkan kepada wanita haidh untuk menunaikan seluruh manasik kecuali thawaf keliling ka’bah. Begitu pula wanita boleh bertalbiyah meskipun ia dalam keadaan haidh. Mereka bisa melakukan manasik di Muzdalifah dan Mina, juga boleh melakukan syi’ar lainnya.”

Fatwa 22-8-1427

Sumber: http://www.islamway.com/?iw_s=Fatawa&iw_a=view&fatwa_id=33636

Kesimpulan:

Wanita haidh dan nifas masih boleh membaca Al Qur’an namun tidak boleh menyentuhnya. Jika ingin menyentuhnya hendaknya menggunakan sarung tangan dan pembatas lainnya sebagaimana pernah kami terangkan. Sedangkan shalat dan puasa tidak boleh dilakukan oleh wanita haidh dan nifas. Begitu pula dilarang untuk thowaf. Adapun ibadah selain itu masih dibolehkan. Maka tidak perlu khawatir untuk berdzikir dan membaca Al Qur'an (asal tidak menyentuhnya) di masa haidh.

sumber : www.rumaysho.com

Sabtu, 03 Juli 2010

Resolusi Finansial SMART

Cara baik untuk mengelola keuangan adalah membiasakan untuk membuat anggaran.

VIVAnews - Tak terasa waktu cepat berlalu, dan kini kita sudah memasuki pertengahan tahun 2010. Apakah Anda telah membuat resolusi tahun ini? Termasuk kehidupan keuangan Anda pada 2010? Jika belum, mungkin ada baiknya Anda mencoba untuk menjawab dengan jujur pertanyaan berikut ini:

- Apakah setiap bulan Anda memonitor berapa pengeluaran Anda?
- Apakah Anda membayar kartu kredit secara penuh?
- Apakah Anda sudah menyisihkan sejumlah dana untuk masa pensiun?

Jika anda menjawab ‘Tidak’ untuk 3 pertanyaan tersebut, sudah waktunya Anda menata keuangan pribadi di tahun 2010.

Tips dari Citibank menyebutkan, langkah awal untuk mengelola keuangan dengan lebih baik adalah dengan mengevaluasi posisi keuangan Anda sekarang, yaitu dengan mendata ulang aset (apa saja yang Anda miliki) dan berapa besar utang Anda. Cara baik untuk mengelola keuangan adalah membiasakan untuk membuat anggaran di mana Anda bisa memonitor pemasukan dan pengeluaran.

Berdasarkan Survey Kecerdasan Finansial (Financial Quotient) dari Citi Indonesia, hanya sekitar 29% orang yang mematuhi anggaran bulanan yang mereka buat, sementara 82% baru pada tahap berusaha membuat dan mengikuti anggaran.

Untuk itu mulailah rapikan pengelolaan keuangan dan setelah Anda mengetahui posisi keuangan saat ini, maka alangkah baiknya Anda menentukan tujuan serta cara mencapai tujuan finansial Anda.

Tujuan dan Rencana Finansial yang SMART (Specific, Measurable, Attainable, Realistic, Tangible)

S (Spesifik) - Tentukan target yang spesifik, jangan sekedar katakan “Mulai tahun depan saya akan lebih rajin menabung.” Tentukanlah berapa besar jumlah tabungan yang Anda inginkan, mulai kapan Anda menabung dan dalam berapa lama Anda akan memperoleh nilai yang diinginkan. Dengan demikian, Anda juga bisa menjadi lebih disiplin untuk menyisihkan sejumlah dana yang harus ditabung per bulannya.

M (Mudah diukur) – Menentukan tujuan yang terukur dapat membantu Anda memonitor apakah Anda sudah sesuai jalur dalam mencapai tujuan. Jika tujuan Anda adalah mengumpulkan dana untuk pembayaran uang muka sebuah rumah baru tahun depan, maka tentukanlah berapa besar dana dari penghasilan Anda yang harus disisihkan per bulannya. Setiap bulannya Anda bisa mengukur sudah sampai dimana posisi keuangan Anda.

A (Akan tercapai) – Buatlah tujuan yang dapat Anda capai dan berpikirlah jangka panjang, namun tetap tentukan tujuan-tujuan kecil yang dapat membantu Anda mencapai hasil yang lebih besar. Misalnya Anda ingin memiliki Rp 15 juta dalam setahun, maka tujuan kecil yang harus Anda capai tiap bulannya adalah dengan menabung minimum Rp 1.250.000 dalam 12 bulan ke depan.

R (Realistis) – Menciptakan tujuan keuangan harus realistis, karena jika tidak, Anda dapat menghadapi kegagalan yang sangat besar. Misalnya, Anda bercita-cita untuk mencapai target 60% tingkat pengembalian investasi dalam setahun.

T (Tujuan Nyata) – Tujuan yang nyata berarti pencapaian terhadap sesuatu hal yang benar-benar ada, pasti dan bisa diukur. Anda akan termotivasi untuk menentukan tujuan yang lebih tinggi jika Anda pernah mencapai tujuan yang pernah Anda putuskan sebelumnya.

Libatkan anggota keluarga dalam menentukan tujuan finansial, karena mereka juga akan menunjang dalam pencapaian tujuan tersebut. Tulislah tujuan-tujuan tersebut dan kaji ulang dari waktu ke waktu, hal ini akan sangat membantu dalam mencapai tujuan finansial Anda.

sumber : www.vivanews.com

Selasa, 22 Juni 2010

9 Kunci Sukses Berpromosi di Situs Jajaring Sosial

Di tahun 2010 ini, situs Jejaring Sosial semakin menanjak naik terus, terutama situs jejaring sosial Facebook. Ini artinya, peluang besar bagi pebisnis untuk menggaet calon customer baru dari situs sosial ini dan sangat terbuka lebar.

Ada banyak aturan yang harus dipatuhi dalam menggunakan situs jejaring sosial ini untuk media promosi, ada yang berbayar dan ada yang gratis. Untuk awal, gunakanlah yang gratis saja dulu.

Nah, inilah 9 Tips Kunci Sukses dalam berpromosi di Situs Jejaring Sosial:

  1. Hindari Hard Selling | Anda harus memulai dari ngobrol – ngobrol dulu, jangan langsung jualan. Anda ciptakan percakapan 2 arah antara anda dan calon customer anda, sehingga terjalin keakraban dan kepercayaan.
  2. Berikan Informasi – informasi yang dibutuhkan Target Audience | Usahakan anda juga memberikan informasi yang bermanfaat kepada calon customer anda. Jangan memberikan penawaran melulu tanpa memberikan info bermanfaat kepada mereka.
  3. Jangan memaksa audience untuk berkomentar hanya di satu topik anda saja | Biarkan pembicaraan mereka melebar kemana – mana, karena situs jejaring sosial ini memang uniknya disini, bisa ngobrolin apa saja dan melebar kemana – mana, dengan demikian orang akan betah berkomentar dan tidak merasa dipaksa.
  4. Temukan orang – orang yang berpikiran sejalan dengan tujuan dan industri brand anda | Ini sangat penting, orang – orang inilah yang akan kita targetkan menjadi customer kita nanti. Jadilah temannya atau followernya.
  5. Mulailah memberikan penawaran – penawaran khusus | Ketika anda sudah mulai menawarkan produk, mohon berikan penawaran khusus kepada mereka, misal: pemberian discount , bonus special, hadiah, garansi, coba gratis dll.
  6. Usahakan selalu berbeda dalam menyampaikan pesan – pesan di sosial media | karena pengguna sosial media ini umumnya cenderung bosan mengomentari pesan yang diulang – ulang alias sama.
  7. Lengkapi juga dengan tautan atau link – link yang bermanfaat dan anda yakini bisa menaikkan brand produk atau perusahaan anda.
  8. Bergabunglah dengan Groups dan Fan Page – Fan Page yang berhubungan dengan Brand anda di situs jejaring sosial.
  9. Jangan lupa, ketika anda sudah mempunyai pengikut, anda harus selalu update brand atau produk anda | dengan demikian anda akan tetap menjadi yang selalu diingat dan dicari mereka.

Mulailah dari sekarang untuk memaksimalkan Facebook guna memarketingkan dan membranding produk anda atau perusahaan anda. Inilah yang biasa disebut dengan Facebook Marketing.


dari : www.sulhadi.com

Rabu, 16 Juni 2010

Membangun Rasa Saling Percaya

Cinta dan kebahagiaan dalam perkawinan terkait erat dengan tiga elemen kepercayaan: predictability, dependability, dan faith. Apa dan bagaimana itu?

Walau ada juga orang yang menikah mendadak, seperti dalam sinetron, umumnya untuk memasuki hidup perkawinan, seseorang bersama pasangannya memerlukan persiapan yang cukup panjang. Ada yang melalui masa pacaran dalam hitungan setahun atau beberapa tahun, dan ada pula yang masa pacarannya berlangsung hingga belasan tahun.

Saling jatuh cinta saja seringkali belum cukup membuat orang langsung menikah, meskipun ada juga yang nekat melakukannya. Pada umumnya setelah saling jatuh cinta, para pasangan masih memerlukan proses membina hubungan hingga mereka benar-benar mantap sebagai pasangan. Dan pada umumnya dengan pernikahan seseorang ingin hidup bahagia sepanjang masa bersama pasangan.

Seperti halnya dalam dunia bisnis yang mensyaratkan adanya kepercayaan para pelanggan supaya bisnis dapat terus berkembang, dalam perkawinan kita juga perlu membina rasa saling percaya agar memiliki jaminan hubungan jangka panjang. Dengan dicapainya rasa saling percaya, kita dapat melewati hidup bersama pasangan secara lebih tenang, tanpa banyak konflik.

Perkembangan Hubungan

Sungguh terasa sangat manis ketika menjumpai berbagai pasangan muda yang memasuki gerbang perkawinan dengan masa pacaran yang cukup, dan memasuki perkawinan dengan mantap. Ketika memasuki perkawinan keduanya telah meyakini kualitas pribadi pasangan dan optimis akan hidup bahagia bersama.

Sebagian dari pasangan bahagia ini adalah orang-orang muda yang memiliki kepribadian relatif stabil, dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang harmonis.

Ada yang melewati masa-masa pacaran tanpa banyak gejolak, sebagian yang lain telah melalui masa-masa pengembangan hubungan yang bergejolak. Cemburu atau rasa kurang percaya merupakan hal yang cukup lumrah terjadi ketika dua insan mulai membangun komitmen hubungan jangka panjang.

Untuk memahami hal ini, kita lihat tahapan pengembangan hubungan percintaan (Deaux et al., 1993):

- Tahap pertama, tahap perkenalan

Pada tahap ini terbentuk kesan pertama, dan selanjutnya terjadi interaksi.

- Tahap kedua, pembentukan hubungan yang nyata

Pada tahap ini terjadi peningkatan saling ketergantungan. Terjadi peningkatan interaksi dan kehendak untuk saling membuka diri; mulai meluangkan waktu dan energi untuk hubungan tersebut; mengoordinasikan aktivitas satu sama lain; dan mengantisipasi interaksi yang menyenangkan di masa yang akan datang.

- Tahap ketiga, tahap mempererat hubungan

Kemajuan dalam tahap ini tidak selalu mulus. Dapat terjadi ketegangan di antara keduanya. Contohnya, pasangan yang bercinta sering mengidealkan pasangannya, tetapi akhirnya menemukan karakteristik tidak ideal pada pasangannya.

Pada tahap ini kemungkinan terjadi kecemburuan, sebagai akibat pertumbuhan komitmen. Terdapat ungkapan, “Cemburu selalu lahir bersamaan dengan lahirnya cinta”.

Pada laki-laki, kecemburuan seringkali berhubungan dengan harga diri (self-esteem) atau status. Sementara pada perempuan, kecemburuan terutama berhubungan dengan ketergantungan yang kuat terhadap hubungan itu sendiri.

- Tahap keempat, merupakan tahap perkembangan komitmen yang nyata

Pada tahap ini terjadi perubahan perasaan-perasaan dan perilaku. Salah satu perubahan yang ada adalah terjadinya peningkatan kepercayaan (trust).

Pada beberapa kasus, perkembangan komitmen nyata yang dicapai pada tahap keempat ini merupakan hasil perkembangan dari cinta. Meski demikian, pada kasus di mana masyarakat mengatur perkawinan sebagai suatu keharusan, komitmen merupakan hasil dari kesepakatan formal, dan selanjutnya keterlibatan emosional serta cinta berkembang mengikuti lahirnya komitmen tersebut.

Elemen Kepercayaan

Dengan memahami tahapan lumrah pengembangan hubungan percintaan di atas, kita dapat melihat bahwa cukup normal bila dalam mencapai komitmen hubungan jangka panjang, sebelumnya suatu pasangan melalui proses yang cukup bergejolak.

Hal ini terjadi justru sejak hubungan memasuki tahapan mempererat hubungan. Bila mereka berhasil menyesuaikan diri dalam tahapan ini, selanjutnya dapat terbentuk rasa percaya terhadap pasangan.

Kepercayaan terhadap pasangan seringkali kita pahami secara sederhana sebagai keadaan tidak adanya kecurigaan terhadap pasangan, bahwa dia tidak bakal selingkuh atau tidak akan membohongi kita.

Sebenarnya untuk dapat benar-benar mencapai rasa saling percaya yang mendalam, terdapat beberapa elemen yang tidak terlalu sederhana. Dalam hubungan yang dalam, cinta dan kebahagiaan terkait erat dengan tiga elemen kepercayaan ini.

Deaux dkk. menyebutkan adanya tiga macam kepercayaan terhadap pasangan:

Pertama, kepercayaan yang mencakup predictability, yaitu kemampuan untuk meramalkan apa yang akan dilakukan pasangannya. Hal ini dapat dicapai dengan berjalannya waktu, melalui pengalaman sepanjang hubungan yang telah dilewati.

Bila kita telah merasa cukup memahami karakter pasangan, tidak ada lagi rasa khawatir dengan kemungkinan-kemungkinan pasangan melakukan hal-hal yang tak diduga, kita akan dapat meramalkan apa yang akan dilakukan pasangan. Hal ini tentu akan memberikan rasa nyaman.

Kedua, kepercayaan yang berimplikasi dependability, yaitu mengembangkan asumsi tertentu tentang karakteristik dan kecenderungan-kecenderungan internal dari pasangannya. Hal ini berarti kita telah mampu mengembangkan pengertian-pengertian tertentu mengenai karakteristik pasangan.

Contohnya, kita memahami bahwa pasangan kita memiliki kecenderungan keras kepala, terkait dengan latar belakangnya pendidikan keluarganya yang keras dan bersifat menekan.

Atau kita memahami bahwa pasangan kita menyukai situasi tertentu dan tidak menyukai situasi yang lain. Seperti halnya dependability, elemen kepercayaan ini diperoleh berdasarkan pengalaman dan fakta yang telah lewat.

Ketiga, kepercayaan yang berimplikasi faith. Pada tahap ini orang memandang ke depan, yakin bahwa outcome (hasil) tertentu akan dicapai. Ini berarti bahwa telah berkembang keyakinan bahwa dengan menjalani hidup bersama pasangan, kita akan mencapai hal-hal tertentu yang kita dambakan.

Menerima Pasangan Apa Adanya

Mempererat hubungan merupakan tahap yang sangat menentukan, apakah kita dapat mencapai rasa saling percaya dengan pasangan atau tidak. Meskipun sebagian pasangan telah mengambil komitmen hubungan jangka panjang, katakanlah menikah, belum tentu benar-benar telah mencapai kepercayaan yang mencakup tiga elemen tersebut di atas.

Itulah sebabnya, tidak jarang sepanjang perkawinan masih banyak pasangan yang masih belum dapat mencapai rasa saling percaya. Bila hal ini terjadi, yang perlu diusahakan adalah dengan terus mengusahakan keterbukaan.

Bila kita mengharapkan pasangan lebih terbuka, yang diperlukan adalah kesediaan kita untuk menciptakan rasa nyaman bagi pasangan sepanjang interaksi dengannya. Kenyamanan dalam interaksi dapat tercipta bila kita memberikan rasa penerimaan terhadap pasangan sebagaimana dia adanya.

Bagaimana kita dapat menerima pasangan sebagaimana dia adanya? Sekalipun pasangan kita bukan orang sempurna (seperti kita sendiri tidak pernah sempurna), kita dapat menerima dia sebagaimana adanya bila komitmen perkawinan kita cukup murni, tidak dicampuri oleh motif tertentu yang bersifat egoistis.

Sebuah penelitian terhadap subjek yang rata-rata umurnya 38,1 tahun dan telah berpasangan rata-rata selama 12,6 tahun, menemukan bahwa individu yang berpasangan dalam jangka panjang yang motivasi komitmennya bersifat internal (benar-benar karena pilihannya; bukan karena menghasilkan reward, menghindari punishment, atau menghindari rasa bersalah), merasakan apa yang mereka lakukan sebagai pasangan sebagai hal yang menyenangkan. Persepsi semacam ini berhubungan langsung dengan kebahagiaan mereka dalam berelasi.

dari : www.dechacare.com

Senin, 14 Juni 2010

Manfaat Inisiasi Menyusu Dini

Berikut kutipan dari berbagai sumber mengenai manfaat Inisiasi Menyusu Dini:

Untuk Ibu:

  • Meningkatkan hubungan khusus ibu dan bayi
  • Merangsang kontraksi otot rahim sehingga mengurangi ririko perdarahan sesudah melahirkan
  • Memperbesar peluang ibu untuk memantapkan dan melanjutkan kegiatan menyusui selama masa bayi
  • Mengurangi stress Ibu setelah melahirkan

Untuk Bayi:
  • Mempertahankan suhu bayi tetap hangat
  • Menenangkan ibu dan bayi serta meregulasi pernapasan dan detak jantung
  • Kolonisasi bakiterial di kulit dan usus bayi dengan bakteri badan ibu yang normal
  • Mengurangi bayi menangis sehingga mengurangi stres dan tenaga yang dipakai bayi
  • Memungkinkan bayi untuk menemukan sendiri payudara Ibu untuk mulai menyusu
  • Mengatur tingkat kadar gula dalam darah, dan biokimia lain dalam tubuh bayi
  • Mempercepat keluarnya meconium (kotoran byi berwarna hijau agak kehitaman yang pertama keluar dari bayi karena meminum air ketuban)
  • Bayi akan terlatih motoriknya saat menyusu, sehingga mengurangi kesulitan menyusu
  • Membantu perkembangan persyarafan bayi (nervous system)
  • Memperoleh kolostrum yang sangat bermanfaat bagi sistem kekebalan bayi
  • Mencegah terlewatnya puncak ‘refleks mengisap’ pada bayi yang terjadi 20-30 menit setelah lahir. Jika bayi tidak disusui, refleks akan berkurang cepat, dan hanya akan muncul kembali dalam kadar secukupnya 40 jam kemudian.
dari www.asipasti.co.cc

Rabu, 09 Juni 2010

Prinsip Riasan Supaya Tak Bikin Terlihat "Tua"

KOMPAS.com - Alasan utama mengapa kita menghabiskan banyak uang dan waktu merias wajah adalah untuk meminimalkan kekurangan dan menonjolkan kelebihan. Sayangnya, ada kesalahan-kesalahan saat merias wajah yang justru bisa melakukan hal kebalikan dari alasan utama tadi, bahkan bisa membuat penampilan kita terlihat lebih tua dari usia yang seharusnya. Berikut adalah beberapa hal yang patut diketahui tentang riasan untuk mengurangi kesalahan saat mengenakan rias wajah:

Selalu kenakan pelembap yang bagus
"Kulit yang terlalu kering bisa membuat keriput atau makin membuat keriput terlihat," ucap Carol Shaw, penata rias dan pendiri Lorac Cosmetics. Jika Anda mengenakan makeup yang tak memiliki pelembap yang cukup, atau terlalu banyak bedaknya, hal itu akan bisa membuat kulit Anda tampak makin tua. Pastikan Anda selalu memulai penataan rias dengan mengoleskan pelembap wajah yang bagus dan tepat untuk jenis kulit Anda, seusai dibersihkan.

Mengunci kelembapan
Carol merekomendasikan agar Anda menambahkan primer (alas bedak) di awal hari Anda untuk melawan masalah kekeringan pada kulit. Primer bisa membantu mengisi kekosongan pada guratan-guratan halus pada kulit wajah Anda, sekalian untuk memberikan lapisan pada kulit setelah pelembap sebelum produk kosmetik lain, seperti foundation atau bedak.

Bibir lembap yang lembut
Menurut Carol, bukan warna lipstik Anda yang membuat penampilan terlihat lebih tua, namun formulasinya. "Kebanyakan lipstik yang tahan lama punya kecenderungan membuat bibir sangat kering," jelasnya. "Kunci untuk bibir yang terlihat awet muda adalah dengan menggunakan lipstik atau lip gloss yang mengandung bahan pelembap atau bahannya bisa memberikan kelembapan."

Siapkan foundation
Setelah mengaplikasikan primer, Carol merekomendasikan untuk menggunakan foundation antiaging yang memberikan kulit Anda tampilan yang lebih muda dan sehat. Pastikan Anda memilih warna yang tepat untuk Anda.

Baurkan merata
"Satu masalah lain yang bisa membuat penampilan wanita tampak lebih tua dari usia sebenarnya adalah make up yang tak tercampur dengan baik. Entah itu terlalu tebal, cakey, atau terlalu gelap," jelas Carol. Solusinya adalah untuk mencari alat make up dan kuas yang bagus untuk membaurkannya. "Mulailah dengan sedikit make up lalu perlahan-lahan tambahkan warna, baik itu untuk riasan mata, bibir, dan wajah," terangnya.

Bebas lipatan
Ketika wanita mengenakan eye shadow terlalu banyak dan terlalu gelap yang tak berbaur, ini akan terlihat terlalu keras dan membuatnya terlihat tua. Pastikan untuk membaurkan eye shadow Anda dengan perlahan. Anda bisa menambahkan efek eye liner seperti bersayap ala mata kucing untuk membuat penampilan mata terlihat lebih besar, lebih terbuka, dan lebih terangkat.

Pembasuh Wajah dengan Wangi Blueberry dan Lavender


KOMPAS.com - Jika Anda perhatikan, kulit wajah termasuk memiliki peran penting dan tugas yang cukup penting. Bayangkan saja, setiap hari ia tak terlindungi dari asap, polusi, sinar matahari, dinginnya AC, terpaan angin, dan lainnya, tapi di sisi yang bersamaan, ia harus tampil prima dan mulus dilengkapi dengan kosmetik dari kimia. Terbayang betapa "stres"-nya kulit wajah Anda? Tidakkah kulit wajah patut mendapatkan perawatan dan sesekali dimanjakan?

Oriflame, produsen kosmetik asal Swedia baru-baru ini mengeluarkan produk untuk perawatan kulit wajah terbarunya. Dua bahan alami dan organik digunakan untuk membantu merawat dan memanjakan kulit wajah, yakni ekstrak blueberry dan lavender.

Blueberry, merupakan buah buah bulat berwarna biru yang ditengarai memiliki kandungan antioksidan yang tinggi. Seperti yang telah diketahui, antioksidan mampu melawan radikal bebas. Ditambah lagi, kemampuannya untuk menenangkan, menyejukkan, dan melembapkan kulit membuat buah ini menjadi pilihan.

Lavender adalah bunga yang memiliki khasiat aromatik untuk ketenangan. Selain itu, ternyata lavender juga mengandung zat yang menyeimbangkan kelembapan, menyejukkan, juga menghaluskan.

Oriflame meramu kedua zat tersebut di dalam perawatan pembersih kulit wajah di bawah lini Pure Nature Organic Blueberry & Lavender Extract. Pure Nature, yang terdiri dari Calming Face Wash dan Calming Face Toner ditujukan untuk semua jenis kulit dan usia. Keduanya diklaim Oriflame terbuat dari 100 persen ekstrak blueberry dan lavender. Aromanya memang cukup memikat, apalagi lavender yang menenangkan. Masing-masing produk ditawarkan dengan harga Rp 59.000, tapi selama penawaran perdana bulan ini, ditawarkan dengan harga Rp 39.000.

*Beli di aku 35.000 saja :)

Cara Memuji Anak dengan Tepat

Banyak orang tua yang belum memahami pentingnya memberikan pujian kepada anak dengan cara, tempat, dan waktu yang tepat. Orang tua sering memberikan pujian yang sifatnya hanya terdengar menyenangkan anak saja tanpa alasan atau justifikasi yang jelas. Atau sebaliknya hanya memberikan pujian jika anak menjadi juara pertama dalam suatu kompetisi yang diikutinya. Usaha-usaha tersebut pada akhirnya tidak akan membantu perkembangan anak yang optimal.

Orang tua mungkin harus setuju dengan pendapat para ahli psikologi dan pendidikan anak yang menekankan pentingnya memberikan pujian bagi anak dengan tepat. Karena usaha tersebut akan sangat membantu dalam hal mengembangkan rasa penghargaan anak terhadap diri sendiri, memotivasi anak untuk selalu berusaha lebih baik lagi, juga mengembangkan perilaku positif anak. Sebaliknya memberikan pujian dengan cara yang kurang tepat akan menurunkan penghargaan anak terhadap diri sendiri atau membuat mereka menjadi tergantung terhadap pujian, dan menurunkan motivasi anak.

Menurut Elizabeth Hartkey-Brewer dalam Raising and Praising Boys (2005), memberikan pujian kepada anak sebaiknya merupakan bagian penting dalam pola asuh. Karena memberikan pujian merupakan dasar penting dalam usaha orangtua mengembangkan anak sehingga mereka menjadi individu yang menghargai diri sendiri. Selain itu, juga mendorong anak bermotivasi tinggi, dan selalu melakukan hal terbaik dalam hidupnya baik untuk dirinya sendiri maupun lingkungannya,

Menurut Michael Grose, parenting educator, dalam memberikan pujian orang tua harus fokus dalam hasil pencapaian akhir yang telah dilakukan anak dan pujilah anak dengan cara efektif. Riset jangka panjang yang telah dilakukan di Inggris menunjukkan bahwa ada hubungan positif antara memberikan pujian secara tepat dengan penghargaan diri anak yang tinggi (high self-esteem).

Goleman juga mengatakan bahwa 90 persen keberhasilan kinerja seseorang ditentukan Emotional Inteligence (EI) dalam hal ini adalah kemampuan untuk bekerjasama dan membina hubungan baik dan empat persen ditentukan oleh kemampuan teknis atau akademis. Disamping itu Gardner juga mengatakan bahwa kebanyakan orang dengan IQ 160 bekerja untuk orang dengan IQ 100. Hal yang perlu dicermati dan diambil maknanya dalam hal ini adalah bahwa kemampuan bekerjasama dan membina hubungan lebih menentukan keberhasilan seseorang kelak dibandingkan dengan hal yang berkaitan dengan kepandaian intelektualnya. Peranan orang tua dan lingkungan keluarga merupakan faktor penting yang menentukan kemampuan anak untuk bekerja sama untuk keberhasilannya kelak.


5 cara penting memberikan pujian yang tepat kepada anak:

1. Puji anak dengan cara realistis. Berikan pujian pada anak yang menekankan sisi positif atau perilaku positif yang menjadi kekuatan anak. Beri pula masukan pada anak tentang hal yang sebaiknya mereka perbaiki. Pujian secara realistis, misalnya :
a. ”Wah gambar langit kamu sangat indah karena kombinasi warnanya sangat bagus!” (Benar)
b. “Gambar kamu sangat bagus Nak!” (Salah)
Anak yang diberi pujian pertama akan belajar untuk selalu melakukan hal yang lebih baik lagi dibanding pujian kedua.

2. Fokuskan pujian pada bakat atau minat yang disukai anak. Jika anak menyukai balet, menari, menyanyi, berenang atau bermain bola, pujilah setiap pencapaian yang telah diperolehnya. Hal ini akan mempengaruhi usaha anak untuk lebih lagi pada bidang-bidang lainnya. Pujian yang tepat akan membantu pengembangan sisi emosi positif anak. Puji anak dengan cara efektif. Hal ini merupakan gabungan ketiga hal:
a. Tunjukkan persetujuan Anda. Gunakan kata-kata dan tindakan yang menunjukkan bahwa Anda puas dengan pencapaian anak, seperti dengan mengacungkan jempol dan memeluk anak.
b. Berikan dengan cara positif. Memberikan pengertian kepada anak mengapa dia berhak untuk mendapatkan pujian. Pujilah anak dengan singkat dan langsung. Misalnya :”Terima kasih Nak, kamu telah membereskan tempat tidur tadi pagi”.
c. Berikan alasan. Memberikan pujian dengan menghubungkan perilaku anak dengan hasil akhir atau konsekuensi. Misalnya “Nak, dengan memberes kan tempat tidur tadi pagi, kamu telah membantu Bunda dapat datang tepat waktu di kantor.“

3. Pujilah usaha anak. Yang terpenting tidak hanya memberikan pujian ketika anak memperoleh hasil terbaik. Tapi, puji anak untuk setiap perkembangan dan usaha baik yang mereka lakukan.

4. Jangan pernah membandingkan anak. Jika hal ini dilakukan akan membuat anak menjadi demotivasi dan bisa menurunkan penghargaan anak terhadap dirinya sendiri. Anak merasa tak dihargai atau dicintai. Pastikan anak melakukan sesuatu karena dia menyukainya, bukan karena ingin mengalahkan temannya. Atau ingin menunjukkan bahwa dia lebih pintar dari teman atau saudara sekandungnya.

5. Membuat kesalahan bagian dari proses belajar: Pastikan bahwa Anda memahami perasaan kecewanya dan tekankan bahwa kegagalan tersebut merupakan bagian dari proses belajar. Yang terpenting anak telah melakukannya dengan baik. Berikan contoh atau pengalaman orang-orang terkenal yang melakukan segalanya dari bawah dan gigih dalam menggapai apa yang dinginkannya.

sumber : ibudanbalita.com

9 Sumber Penambah Imunitas Anak

Imunitas secara alami didapatkan seorang anak dari ibunya melalui ASI. Meski begitu, ada beberapa sumber nutrisi yang bisa menjadi sumber penambah imunitas bagi anak.

Anak yang sering terserang sakit tentu merisaukan setiap orang tua. Hal ini ditunjukkan dengan sistem kekebalan tubuh atau imunitas anak rendah karenanya mudah mengalami gangguan atau penurunan. Gangguan ini bisa disebabkan, antara lain karena kurangnya asupan gizi seimbang dalam menu harian anak.

Makanan dan sistem imunitas tubuh memang berhubungan erat. Seperti diungkapkan Dr. Zakiudin Munasir, Sp.A(K), Ketua Divisi Alergi Imunologi, Bagian Ilmu Kesehatan Anak FKUI/RSCM, bahwa bila kekebalan saluran pencernaan baik, maka kekebalan tubuh secara umum juga akan baik. Dari banyak makanan sumber nutrisi yang dibutuhkan anak-anak, beberapa jenis di bawah ini merupakan sumber penambah imunitas anak.

1. Flavonoids
Menurut penelitian, susu kedelai umumnya mengandung protein, lemak, karbohidrat, serat, vitamin, dan sejumlah kecil mineral yang sangat tinggi dan dibutuhkan oleh tubuh, baik untuk memperlancar metabolisme maupun untuk pertumbuhan, perbaikan sel yang rusak, sumber energi, ataupun untuk menambah imunitas. Ikatan sejumlah asam amino dengan vitamin dan beberapa zat gizi lainnya di dalam biji kedelai akan membentuk flavonoid. Flavonoid adalah sejenis pigmen, seperti halnya zat hijau daun yang terdapat pada tanaman yang berwarna hijau. Secara ilmiah, flavonoid terbukti mampu mencegah dan mengobati berbagai penyakit. Dan, salah satu jenis flavonoid yang sangat banyak terdapat pada biji kedelai adalah isoflavon. Salah satu fungsi isoflavon adalah untuk meningkatkan sistem imunitas.

2. Spirulina
Spirulina, mikroalga yang berwarna biru, merupakan sumber protein yang sangat tinggi. Warna biru pada spirulina berperan penting untuk sistem kekebalan tubuh. Spirulina kaya akan vitamin B kompleks, vitamin D, magnesium, seng, selenium, zat besi, dan gamma linoleic acid (GLA). Phycocyanin merupakan protein kompleks terbanyak dalam spirulina yang memiliki manfaat bagi kesehatan, antara lain untuk menstimulasi kerja sel batang pada sumsum tulang, berperan dalam produksi sel darah putih, yang berfungsi meningkatkan imunitas tubuh. Serta sel darah merah, yang berfungsi mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh. Spirulina juga sangat kaya akan kandungan selenium, yang sangat berperan dalam sistem imunitas tubuh. Spirulina lebih banyak dikonsumsi sebagai suplemen.

3. Seng
Seng atau zinc adalah salah satu unsur utama kehidupan. Di dalam tubuh manusia, seng merupakan mikronutrien penting yang paling banyak tersebar, juga merupakan mikronutrien terkaya dalam sel. Seng tersebar di dalam sistem syaraf, imunitas, darah dan sistem pencernaan manusia, dan ikut serta dalam penyatuan dan aktivitas ratusan jenis enzim di dalam tubuh. Fungsi seng antara lain adalah meningkatkan perkembangan tubuh, menambah inteligensi, memperkuat imunitas, meningkatkan kesehatan mata, meningkatkan pertumbuhan, perpecahan dan regenerasi sel, dan lainnya. Seng merupakan mikro-nutrien penting dalam otak besar, banyak terdapat pada ikan, daging, telur, dan produk makanan hewani lainnya, inti biji buah aprikot serta buah cemara. Kini, seng lebih banyak dikonsumsi dalam bentuk suplemen.

4. Madu
Protein merupakan salah satu nutrisi penting pembangun imunitas. Dan, madu merupakan salah satu makanan sumber protein, yang mampu menjaga stamina tubuh, jika dikonsumsi secara teratur setiap harinya. Menurut hasil penelitian Y. Widodo, peneliti pada Pusat Penelitian dan Pengembangan Gizi di Bogor, madu dapat membantu mengatasi kekurangan energi protein yang banyak diderita anak-anak dan balita. Penelitian Peter C. Molan (1992), peneliti dari Departement of Biological Sciences, University of Waikoto, di Hamilton, Selandia Baru, membuktikan madu mengandung zat antibiotik yang aktif melawan serangan berbagai patogen penyebab penyakit. Beberapa penyakit infeksi dari berbagai patogen yang dapat “disembuhkan” dan dihambat dengan madu secara teratur antara lain penyakit lambung dan saluran penpencernaanan; penyakit kulit, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), batuk dan demam, penyakit jantung, hati, paru, dan penyakit-penyakit yang dapat mengganggu mata, telinga, dan syaraf.

5. Omega 3
Minyak ikan adalah salah satu zat gizi yang mengandung asam lemak kaya manfaat bagi kesehatan, karena mengandung sekitar 25% asam lemak jenuh dan 75% asam lemak tidak jenuh. Asam lemak tak jenuh ganda di dalam minyak ikan akan membantu proses tumbuh-kembang otak (kecerdasan), serta perkembangan indera penglihatan dan sistem kekebalan tubuh bayi dan balita. Minyak ikan mengandung DHA dan EPA, yang gabungan keduanya dikenal sebagai omega-3. Jenis ikan laut yang kaya kandungan omega-3 antara lain salmon, tuna (khususnya tuna sirip biru, tuna sirip kuning, dan albacore), sardin, herring, makerel, dan kerang-kerangan.

6. Prebiotik
Prebiotik dapat menumbuhkan bakteri baik dalam sistem penpencernaanan dan mencegah timbulnya alergi dalam tubuh anak. Menurut Dr Zakiudin, mengkonsumsi prebiotik sangat baik dalam memperkuat kekebalan terutama dalam saluran pencernaan. Karena bila kekebalan saluran pencernaan baik, kekebalan tubuh secara umum juga akan baik. Selain berfungsi memelihara bakteri baik, prebiotik juga secara tidak langsung mampu menyeimbangkan sistem kekebalan tubuh sekaligus menekan resiko alergi. Sumber prebiotik dapat diperoleh dari makanan alami seperti gandum, bawang, pisang, bawang putih, madu, dan kacang-kacangan. Ada pula yang dalam bentuk lain atau ditambahkan dalam susu formula.

7. Meniran
Ekstrak daun meniran atau Phyllantus Niruri L, adalah salah satu obat herbal yang telah dikembangkan menjadi obat yang membuat sistem imun lebih aktif dan maksimal menjalankan fungsinya atau disebut immunodulator. Obat herbal ini kini telah dikembangkan menjadi suplemen imunitas bagi anak-anak.

8. Kalsium
Sistem imunitas bertugas mengadakan perlawanan terhadap bermacam-macam kuman dan menelan berbagai benda asing yang berada dalam tubuh. Dalam proses membasmi musuh dari luar ini, yang memberi aba-aba kepada sistem imunitas untuk menangkap musuh adalah ion kalsium. Sumber kalsium dari hewani antara lain adalah udang, daging sapi, kuning telur, ikan, dan susu. Sedangkan, sumber kalsium dari nabati antara lain adalah sayuran berdaun hijau seperti brokoli, daun singkong, daun pepaya, dan bayam. Selain itu, kalsium juga banyak terkandung dalam biji kenari, wijen, almon, kacang kedelai, dan kacang merah.

9. Vitamin C
Vitamin C sangat penting peranannya dalam tubuh karena mampu meningkatkan ketahanan tubuh terhadap infeksi dan mempercepat penyembuhan luka. Fluktuasi lingkungan yang mengakibatkan kesehatan tidak selalu berada pada kondisi yang optimal, membuat tubuh harus selalu memiliki sistem kekebalan yang baik. Salah satunya adalah oleh asupan vitamin C yang memadai.

sumber : ibudanbalita.com