Selasa, 22 Juni 2010

9 Kunci Sukses Berpromosi di Situs Jajaring Sosial

Di tahun 2010 ini, situs Jejaring Sosial semakin menanjak naik terus, terutama situs jejaring sosial Facebook. Ini artinya, peluang besar bagi pebisnis untuk menggaet calon customer baru dari situs sosial ini dan sangat terbuka lebar.

Ada banyak aturan yang harus dipatuhi dalam menggunakan situs jejaring sosial ini untuk media promosi, ada yang berbayar dan ada yang gratis. Untuk awal, gunakanlah yang gratis saja dulu.

Nah, inilah 9 Tips Kunci Sukses dalam berpromosi di Situs Jejaring Sosial:

  1. Hindari Hard Selling | Anda harus memulai dari ngobrol – ngobrol dulu, jangan langsung jualan. Anda ciptakan percakapan 2 arah antara anda dan calon customer anda, sehingga terjalin keakraban dan kepercayaan.
  2. Berikan Informasi – informasi yang dibutuhkan Target Audience | Usahakan anda juga memberikan informasi yang bermanfaat kepada calon customer anda. Jangan memberikan penawaran melulu tanpa memberikan info bermanfaat kepada mereka.
  3. Jangan memaksa audience untuk berkomentar hanya di satu topik anda saja | Biarkan pembicaraan mereka melebar kemana – mana, karena situs jejaring sosial ini memang uniknya disini, bisa ngobrolin apa saja dan melebar kemana – mana, dengan demikian orang akan betah berkomentar dan tidak merasa dipaksa.
  4. Temukan orang – orang yang berpikiran sejalan dengan tujuan dan industri brand anda | Ini sangat penting, orang – orang inilah yang akan kita targetkan menjadi customer kita nanti. Jadilah temannya atau followernya.
  5. Mulailah memberikan penawaran – penawaran khusus | Ketika anda sudah mulai menawarkan produk, mohon berikan penawaran khusus kepada mereka, misal: pemberian discount , bonus special, hadiah, garansi, coba gratis dll.
  6. Usahakan selalu berbeda dalam menyampaikan pesan – pesan di sosial media | karena pengguna sosial media ini umumnya cenderung bosan mengomentari pesan yang diulang – ulang alias sama.
  7. Lengkapi juga dengan tautan atau link – link yang bermanfaat dan anda yakini bisa menaikkan brand produk atau perusahaan anda.
  8. Bergabunglah dengan Groups dan Fan Page – Fan Page yang berhubungan dengan Brand anda di situs jejaring sosial.
  9. Jangan lupa, ketika anda sudah mempunyai pengikut, anda harus selalu update brand atau produk anda | dengan demikian anda akan tetap menjadi yang selalu diingat dan dicari mereka.

Mulailah dari sekarang untuk memaksimalkan Facebook guna memarketingkan dan membranding produk anda atau perusahaan anda. Inilah yang biasa disebut dengan Facebook Marketing.


dari : www.sulhadi.com

Rabu, 16 Juni 2010

Membangun Rasa Saling Percaya

Cinta dan kebahagiaan dalam perkawinan terkait erat dengan tiga elemen kepercayaan: predictability, dependability, dan faith. Apa dan bagaimana itu?

Walau ada juga orang yang menikah mendadak, seperti dalam sinetron, umumnya untuk memasuki hidup perkawinan, seseorang bersama pasangannya memerlukan persiapan yang cukup panjang. Ada yang melalui masa pacaran dalam hitungan setahun atau beberapa tahun, dan ada pula yang masa pacarannya berlangsung hingga belasan tahun.

Saling jatuh cinta saja seringkali belum cukup membuat orang langsung menikah, meskipun ada juga yang nekat melakukannya. Pada umumnya setelah saling jatuh cinta, para pasangan masih memerlukan proses membina hubungan hingga mereka benar-benar mantap sebagai pasangan. Dan pada umumnya dengan pernikahan seseorang ingin hidup bahagia sepanjang masa bersama pasangan.

Seperti halnya dalam dunia bisnis yang mensyaratkan adanya kepercayaan para pelanggan supaya bisnis dapat terus berkembang, dalam perkawinan kita juga perlu membina rasa saling percaya agar memiliki jaminan hubungan jangka panjang. Dengan dicapainya rasa saling percaya, kita dapat melewati hidup bersama pasangan secara lebih tenang, tanpa banyak konflik.

Perkembangan Hubungan

Sungguh terasa sangat manis ketika menjumpai berbagai pasangan muda yang memasuki gerbang perkawinan dengan masa pacaran yang cukup, dan memasuki perkawinan dengan mantap. Ketika memasuki perkawinan keduanya telah meyakini kualitas pribadi pasangan dan optimis akan hidup bahagia bersama.

Sebagian dari pasangan bahagia ini adalah orang-orang muda yang memiliki kepribadian relatif stabil, dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang harmonis.

Ada yang melewati masa-masa pacaran tanpa banyak gejolak, sebagian yang lain telah melalui masa-masa pengembangan hubungan yang bergejolak. Cemburu atau rasa kurang percaya merupakan hal yang cukup lumrah terjadi ketika dua insan mulai membangun komitmen hubungan jangka panjang.

Untuk memahami hal ini, kita lihat tahapan pengembangan hubungan percintaan (Deaux et al., 1993):

- Tahap pertama, tahap perkenalan

Pada tahap ini terbentuk kesan pertama, dan selanjutnya terjadi interaksi.

- Tahap kedua, pembentukan hubungan yang nyata

Pada tahap ini terjadi peningkatan saling ketergantungan. Terjadi peningkatan interaksi dan kehendak untuk saling membuka diri; mulai meluangkan waktu dan energi untuk hubungan tersebut; mengoordinasikan aktivitas satu sama lain; dan mengantisipasi interaksi yang menyenangkan di masa yang akan datang.

- Tahap ketiga, tahap mempererat hubungan

Kemajuan dalam tahap ini tidak selalu mulus. Dapat terjadi ketegangan di antara keduanya. Contohnya, pasangan yang bercinta sering mengidealkan pasangannya, tetapi akhirnya menemukan karakteristik tidak ideal pada pasangannya.

Pada tahap ini kemungkinan terjadi kecemburuan, sebagai akibat pertumbuhan komitmen. Terdapat ungkapan, “Cemburu selalu lahir bersamaan dengan lahirnya cinta”.

Pada laki-laki, kecemburuan seringkali berhubungan dengan harga diri (self-esteem) atau status. Sementara pada perempuan, kecemburuan terutama berhubungan dengan ketergantungan yang kuat terhadap hubungan itu sendiri.

- Tahap keempat, merupakan tahap perkembangan komitmen yang nyata

Pada tahap ini terjadi perubahan perasaan-perasaan dan perilaku. Salah satu perubahan yang ada adalah terjadinya peningkatan kepercayaan (trust).

Pada beberapa kasus, perkembangan komitmen nyata yang dicapai pada tahap keempat ini merupakan hasil perkembangan dari cinta. Meski demikian, pada kasus di mana masyarakat mengatur perkawinan sebagai suatu keharusan, komitmen merupakan hasil dari kesepakatan formal, dan selanjutnya keterlibatan emosional serta cinta berkembang mengikuti lahirnya komitmen tersebut.

Elemen Kepercayaan

Dengan memahami tahapan lumrah pengembangan hubungan percintaan di atas, kita dapat melihat bahwa cukup normal bila dalam mencapai komitmen hubungan jangka panjang, sebelumnya suatu pasangan melalui proses yang cukup bergejolak.

Hal ini terjadi justru sejak hubungan memasuki tahapan mempererat hubungan. Bila mereka berhasil menyesuaikan diri dalam tahapan ini, selanjutnya dapat terbentuk rasa percaya terhadap pasangan.

Kepercayaan terhadap pasangan seringkali kita pahami secara sederhana sebagai keadaan tidak adanya kecurigaan terhadap pasangan, bahwa dia tidak bakal selingkuh atau tidak akan membohongi kita.

Sebenarnya untuk dapat benar-benar mencapai rasa saling percaya yang mendalam, terdapat beberapa elemen yang tidak terlalu sederhana. Dalam hubungan yang dalam, cinta dan kebahagiaan terkait erat dengan tiga elemen kepercayaan ini.

Deaux dkk. menyebutkan adanya tiga macam kepercayaan terhadap pasangan:

Pertama, kepercayaan yang mencakup predictability, yaitu kemampuan untuk meramalkan apa yang akan dilakukan pasangannya. Hal ini dapat dicapai dengan berjalannya waktu, melalui pengalaman sepanjang hubungan yang telah dilewati.

Bila kita telah merasa cukup memahami karakter pasangan, tidak ada lagi rasa khawatir dengan kemungkinan-kemungkinan pasangan melakukan hal-hal yang tak diduga, kita akan dapat meramalkan apa yang akan dilakukan pasangan. Hal ini tentu akan memberikan rasa nyaman.

Kedua, kepercayaan yang berimplikasi dependability, yaitu mengembangkan asumsi tertentu tentang karakteristik dan kecenderungan-kecenderungan internal dari pasangannya. Hal ini berarti kita telah mampu mengembangkan pengertian-pengertian tertentu mengenai karakteristik pasangan.

Contohnya, kita memahami bahwa pasangan kita memiliki kecenderungan keras kepala, terkait dengan latar belakangnya pendidikan keluarganya yang keras dan bersifat menekan.

Atau kita memahami bahwa pasangan kita menyukai situasi tertentu dan tidak menyukai situasi yang lain. Seperti halnya dependability, elemen kepercayaan ini diperoleh berdasarkan pengalaman dan fakta yang telah lewat.

Ketiga, kepercayaan yang berimplikasi faith. Pada tahap ini orang memandang ke depan, yakin bahwa outcome (hasil) tertentu akan dicapai. Ini berarti bahwa telah berkembang keyakinan bahwa dengan menjalani hidup bersama pasangan, kita akan mencapai hal-hal tertentu yang kita dambakan.

Menerima Pasangan Apa Adanya

Mempererat hubungan merupakan tahap yang sangat menentukan, apakah kita dapat mencapai rasa saling percaya dengan pasangan atau tidak. Meskipun sebagian pasangan telah mengambil komitmen hubungan jangka panjang, katakanlah menikah, belum tentu benar-benar telah mencapai kepercayaan yang mencakup tiga elemen tersebut di atas.

Itulah sebabnya, tidak jarang sepanjang perkawinan masih banyak pasangan yang masih belum dapat mencapai rasa saling percaya. Bila hal ini terjadi, yang perlu diusahakan adalah dengan terus mengusahakan keterbukaan.

Bila kita mengharapkan pasangan lebih terbuka, yang diperlukan adalah kesediaan kita untuk menciptakan rasa nyaman bagi pasangan sepanjang interaksi dengannya. Kenyamanan dalam interaksi dapat tercipta bila kita memberikan rasa penerimaan terhadap pasangan sebagaimana dia adanya.

Bagaimana kita dapat menerima pasangan sebagaimana dia adanya? Sekalipun pasangan kita bukan orang sempurna (seperti kita sendiri tidak pernah sempurna), kita dapat menerima dia sebagaimana adanya bila komitmen perkawinan kita cukup murni, tidak dicampuri oleh motif tertentu yang bersifat egoistis.

Sebuah penelitian terhadap subjek yang rata-rata umurnya 38,1 tahun dan telah berpasangan rata-rata selama 12,6 tahun, menemukan bahwa individu yang berpasangan dalam jangka panjang yang motivasi komitmennya bersifat internal (benar-benar karena pilihannya; bukan karena menghasilkan reward, menghindari punishment, atau menghindari rasa bersalah), merasakan apa yang mereka lakukan sebagai pasangan sebagai hal yang menyenangkan. Persepsi semacam ini berhubungan langsung dengan kebahagiaan mereka dalam berelasi.

dari : www.dechacare.com

Senin, 14 Juni 2010

Manfaat Inisiasi Menyusu Dini

Berikut kutipan dari berbagai sumber mengenai manfaat Inisiasi Menyusu Dini:

Untuk Ibu:

  • Meningkatkan hubungan khusus ibu dan bayi
  • Merangsang kontraksi otot rahim sehingga mengurangi ririko perdarahan sesudah melahirkan
  • Memperbesar peluang ibu untuk memantapkan dan melanjutkan kegiatan menyusui selama masa bayi
  • Mengurangi stress Ibu setelah melahirkan

Untuk Bayi:
  • Mempertahankan suhu bayi tetap hangat
  • Menenangkan ibu dan bayi serta meregulasi pernapasan dan detak jantung
  • Kolonisasi bakiterial di kulit dan usus bayi dengan bakteri badan ibu yang normal
  • Mengurangi bayi menangis sehingga mengurangi stres dan tenaga yang dipakai bayi
  • Memungkinkan bayi untuk menemukan sendiri payudara Ibu untuk mulai menyusu
  • Mengatur tingkat kadar gula dalam darah, dan biokimia lain dalam tubuh bayi
  • Mempercepat keluarnya meconium (kotoran byi berwarna hijau agak kehitaman yang pertama keluar dari bayi karena meminum air ketuban)
  • Bayi akan terlatih motoriknya saat menyusu, sehingga mengurangi kesulitan menyusu
  • Membantu perkembangan persyarafan bayi (nervous system)
  • Memperoleh kolostrum yang sangat bermanfaat bagi sistem kekebalan bayi
  • Mencegah terlewatnya puncak ‘refleks mengisap’ pada bayi yang terjadi 20-30 menit setelah lahir. Jika bayi tidak disusui, refleks akan berkurang cepat, dan hanya akan muncul kembali dalam kadar secukupnya 40 jam kemudian.
dari www.asipasti.co.cc

Rabu, 09 Juni 2010

Prinsip Riasan Supaya Tak Bikin Terlihat "Tua"

KOMPAS.com - Alasan utama mengapa kita menghabiskan banyak uang dan waktu merias wajah adalah untuk meminimalkan kekurangan dan menonjolkan kelebihan. Sayangnya, ada kesalahan-kesalahan saat merias wajah yang justru bisa melakukan hal kebalikan dari alasan utama tadi, bahkan bisa membuat penampilan kita terlihat lebih tua dari usia yang seharusnya. Berikut adalah beberapa hal yang patut diketahui tentang riasan untuk mengurangi kesalahan saat mengenakan rias wajah:

Selalu kenakan pelembap yang bagus
"Kulit yang terlalu kering bisa membuat keriput atau makin membuat keriput terlihat," ucap Carol Shaw, penata rias dan pendiri Lorac Cosmetics. Jika Anda mengenakan makeup yang tak memiliki pelembap yang cukup, atau terlalu banyak bedaknya, hal itu akan bisa membuat kulit Anda tampak makin tua. Pastikan Anda selalu memulai penataan rias dengan mengoleskan pelembap wajah yang bagus dan tepat untuk jenis kulit Anda, seusai dibersihkan.

Mengunci kelembapan
Carol merekomendasikan agar Anda menambahkan primer (alas bedak) di awal hari Anda untuk melawan masalah kekeringan pada kulit. Primer bisa membantu mengisi kekosongan pada guratan-guratan halus pada kulit wajah Anda, sekalian untuk memberikan lapisan pada kulit setelah pelembap sebelum produk kosmetik lain, seperti foundation atau bedak.

Bibir lembap yang lembut
Menurut Carol, bukan warna lipstik Anda yang membuat penampilan terlihat lebih tua, namun formulasinya. "Kebanyakan lipstik yang tahan lama punya kecenderungan membuat bibir sangat kering," jelasnya. "Kunci untuk bibir yang terlihat awet muda adalah dengan menggunakan lipstik atau lip gloss yang mengandung bahan pelembap atau bahannya bisa memberikan kelembapan."

Siapkan foundation
Setelah mengaplikasikan primer, Carol merekomendasikan untuk menggunakan foundation antiaging yang memberikan kulit Anda tampilan yang lebih muda dan sehat. Pastikan Anda memilih warna yang tepat untuk Anda.

Baurkan merata
"Satu masalah lain yang bisa membuat penampilan wanita tampak lebih tua dari usia sebenarnya adalah make up yang tak tercampur dengan baik. Entah itu terlalu tebal, cakey, atau terlalu gelap," jelas Carol. Solusinya adalah untuk mencari alat make up dan kuas yang bagus untuk membaurkannya. "Mulailah dengan sedikit make up lalu perlahan-lahan tambahkan warna, baik itu untuk riasan mata, bibir, dan wajah," terangnya.

Bebas lipatan
Ketika wanita mengenakan eye shadow terlalu banyak dan terlalu gelap yang tak berbaur, ini akan terlihat terlalu keras dan membuatnya terlihat tua. Pastikan untuk membaurkan eye shadow Anda dengan perlahan. Anda bisa menambahkan efek eye liner seperti bersayap ala mata kucing untuk membuat penampilan mata terlihat lebih besar, lebih terbuka, dan lebih terangkat.

Pembasuh Wajah dengan Wangi Blueberry dan Lavender


KOMPAS.com - Jika Anda perhatikan, kulit wajah termasuk memiliki peran penting dan tugas yang cukup penting. Bayangkan saja, setiap hari ia tak terlindungi dari asap, polusi, sinar matahari, dinginnya AC, terpaan angin, dan lainnya, tapi di sisi yang bersamaan, ia harus tampil prima dan mulus dilengkapi dengan kosmetik dari kimia. Terbayang betapa "stres"-nya kulit wajah Anda? Tidakkah kulit wajah patut mendapatkan perawatan dan sesekali dimanjakan?

Oriflame, produsen kosmetik asal Swedia baru-baru ini mengeluarkan produk untuk perawatan kulit wajah terbarunya. Dua bahan alami dan organik digunakan untuk membantu merawat dan memanjakan kulit wajah, yakni ekstrak blueberry dan lavender.

Blueberry, merupakan buah buah bulat berwarna biru yang ditengarai memiliki kandungan antioksidan yang tinggi. Seperti yang telah diketahui, antioksidan mampu melawan radikal bebas. Ditambah lagi, kemampuannya untuk menenangkan, menyejukkan, dan melembapkan kulit membuat buah ini menjadi pilihan.

Lavender adalah bunga yang memiliki khasiat aromatik untuk ketenangan. Selain itu, ternyata lavender juga mengandung zat yang menyeimbangkan kelembapan, menyejukkan, juga menghaluskan.

Oriflame meramu kedua zat tersebut di dalam perawatan pembersih kulit wajah di bawah lini Pure Nature Organic Blueberry & Lavender Extract. Pure Nature, yang terdiri dari Calming Face Wash dan Calming Face Toner ditujukan untuk semua jenis kulit dan usia. Keduanya diklaim Oriflame terbuat dari 100 persen ekstrak blueberry dan lavender. Aromanya memang cukup memikat, apalagi lavender yang menenangkan. Masing-masing produk ditawarkan dengan harga Rp 59.000, tapi selama penawaran perdana bulan ini, ditawarkan dengan harga Rp 39.000.

*Beli di aku 35.000 saja :)

Cara Memuji Anak dengan Tepat

Banyak orang tua yang belum memahami pentingnya memberikan pujian kepada anak dengan cara, tempat, dan waktu yang tepat. Orang tua sering memberikan pujian yang sifatnya hanya terdengar menyenangkan anak saja tanpa alasan atau justifikasi yang jelas. Atau sebaliknya hanya memberikan pujian jika anak menjadi juara pertama dalam suatu kompetisi yang diikutinya. Usaha-usaha tersebut pada akhirnya tidak akan membantu perkembangan anak yang optimal.

Orang tua mungkin harus setuju dengan pendapat para ahli psikologi dan pendidikan anak yang menekankan pentingnya memberikan pujian bagi anak dengan tepat. Karena usaha tersebut akan sangat membantu dalam hal mengembangkan rasa penghargaan anak terhadap diri sendiri, memotivasi anak untuk selalu berusaha lebih baik lagi, juga mengembangkan perilaku positif anak. Sebaliknya memberikan pujian dengan cara yang kurang tepat akan menurunkan penghargaan anak terhadap diri sendiri atau membuat mereka menjadi tergantung terhadap pujian, dan menurunkan motivasi anak.

Menurut Elizabeth Hartkey-Brewer dalam Raising and Praising Boys (2005), memberikan pujian kepada anak sebaiknya merupakan bagian penting dalam pola asuh. Karena memberikan pujian merupakan dasar penting dalam usaha orangtua mengembangkan anak sehingga mereka menjadi individu yang menghargai diri sendiri. Selain itu, juga mendorong anak bermotivasi tinggi, dan selalu melakukan hal terbaik dalam hidupnya baik untuk dirinya sendiri maupun lingkungannya,

Menurut Michael Grose, parenting educator, dalam memberikan pujian orang tua harus fokus dalam hasil pencapaian akhir yang telah dilakukan anak dan pujilah anak dengan cara efektif. Riset jangka panjang yang telah dilakukan di Inggris menunjukkan bahwa ada hubungan positif antara memberikan pujian secara tepat dengan penghargaan diri anak yang tinggi (high self-esteem).

Goleman juga mengatakan bahwa 90 persen keberhasilan kinerja seseorang ditentukan Emotional Inteligence (EI) dalam hal ini adalah kemampuan untuk bekerjasama dan membina hubungan baik dan empat persen ditentukan oleh kemampuan teknis atau akademis. Disamping itu Gardner juga mengatakan bahwa kebanyakan orang dengan IQ 160 bekerja untuk orang dengan IQ 100. Hal yang perlu dicermati dan diambil maknanya dalam hal ini adalah bahwa kemampuan bekerjasama dan membina hubungan lebih menentukan keberhasilan seseorang kelak dibandingkan dengan hal yang berkaitan dengan kepandaian intelektualnya. Peranan orang tua dan lingkungan keluarga merupakan faktor penting yang menentukan kemampuan anak untuk bekerja sama untuk keberhasilannya kelak.


5 cara penting memberikan pujian yang tepat kepada anak:

1. Puji anak dengan cara realistis. Berikan pujian pada anak yang menekankan sisi positif atau perilaku positif yang menjadi kekuatan anak. Beri pula masukan pada anak tentang hal yang sebaiknya mereka perbaiki. Pujian secara realistis, misalnya :
a. ”Wah gambar langit kamu sangat indah karena kombinasi warnanya sangat bagus!” (Benar)
b. “Gambar kamu sangat bagus Nak!” (Salah)
Anak yang diberi pujian pertama akan belajar untuk selalu melakukan hal yang lebih baik lagi dibanding pujian kedua.

2. Fokuskan pujian pada bakat atau minat yang disukai anak. Jika anak menyukai balet, menari, menyanyi, berenang atau bermain bola, pujilah setiap pencapaian yang telah diperolehnya. Hal ini akan mempengaruhi usaha anak untuk lebih lagi pada bidang-bidang lainnya. Pujian yang tepat akan membantu pengembangan sisi emosi positif anak. Puji anak dengan cara efektif. Hal ini merupakan gabungan ketiga hal:
a. Tunjukkan persetujuan Anda. Gunakan kata-kata dan tindakan yang menunjukkan bahwa Anda puas dengan pencapaian anak, seperti dengan mengacungkan jempol dan memeluk anak.
b. Berikan dengan cara positif. Memberikan pengertian kepada anak mengapa dia berhak untuk mendapatkan pujian. Pujilah anak dengan singkat dan langsung. Misalnya :”Terima kasih Nak, kamu telah membereskan tempat tidur tadi pagi”.
c. Berikan alasan. Memberikan pujian dengan menghubungkan perilaku anak dengan hasil akhir atau konsekuensi. Misalnya “Nak, dengan memberes kan tempat tidur tadi pagi, kamu telah membantu Bunda dapat datang tepat waktu di kantor.“

3. Pujilah usaha anak. Yang terpenting tidak hanya memberikan pujian ketika anak memperoleh hasil terbaik. Tapi, puji anak untuk setiap perkembangan dan usaha baik yang mereka lakukan.

4. Jangan pernah membandingkan anak. Jika hal ini dilakukan akan membuat anak menjadi demotivasi dan bisa menurunkan penghargaan anak terhadap dirinya sendiri. Anak merasa tak dihargai atau dicintai. Pastikan anak melakukan sesuatu karena dia menyukainya, bukan karena ingin mengalahkan temannya. Atau ingin menunjukkan bahwa dia lebih pintar dari teman atau saudara sekandungnya.

5. Membuat kesalahan bagian dari proses belajar: Pastikan bahwa Anda memahami perasaan kecewanya dan tekankan bahwa kegagalan tersebut merupakan bagian dari proses belajar. Yang terpenting anak telah melakukannya dengan baik. Berikan contoh atau pengalaman orang-orang terkenal yang melakukan segalanya dari bawah dan gigih dalam menggapai apa yang dinginkannya.

sumber : ibudanbalita.com

9 Sumber Penambah Imunitas Anak

Imunitas secara alami didapatkan seorang anak dari ibunya melalui ASI. Meski begitu, ada beberapa sumber nutrisi yang bisa menjadi sumber penambah imunitas bagi anak.

Anak yang sering terserang sakit tentu merisaukan setiap orang tua. Hal ini ditunjukkan dengan sistem kekebalan tubuh atau imunitas anak rendah karenanya mudah mengalami gangguan atau penurunan. Gangguan ini bisa disebabkan, antara lain karena kurangnya asupan gizi seimbang dalam menu harian anak.

Makanan dan sistem imunitas tubuh memang berhubungan erat. Seperti diungkapkan Dr. Zakiudin Munasir, Sp.A(K), Ketua Divisi Alergi Imunologi, Bagian Ilmu Kesehatan Anak FKUI/RSCM, bahwa bila kekebalan saluran pencernaan baik, maka kekebalan tubuh secara umum juga akan baik. Dari banyak makanan sumber nutrisi yang dibutuhkan anak-anak, beberapa jenis di bawah ini merupakan sumber penambah imunitas anak.

1. Flavonoids
Menurut penelitian, susu kedelai umumnya mengandung protein, lemak, karbohidrat, serat, vitamin, dan sejumlah kecil mineral yang sangat tinggi dan dibutuhkan oleh tubuh, baik untuk memperlancar metabolisme maupun untuk pertumbuhan, perbaikan sel yang rusak, sumber energi, ataupun untuk menambah imunitas. Ikatan sejumlah asam amino dengan vitamin dan beberapa zat gizi lainnya di dalam biji kedelai akan membentuk flavonoid. Flavonoid adalah sejenis pigmen, seperti halnya zat hijau daun yang terdapat pada tanaman yang berwarna hijau. Secara ilmiah, flavonoid terbukti mampu mencegah dan mengobati berbagai penyakit. Dan, salah satu jenis flavonoid yang sangat banyak terdapat pada biji kedelai adalah isoflavon. Salah satu fungsi isoflavon adalah untuk meningkatkan sistem imunitas.

2. Spirulina
Spirulina, mikroalga yang berwarna biru, merupakan sumber protein yang sangat tinggi. Warna biru pada spirulina berperan penting untuk sistem kekebalan tubuh. Spirulina kaya akan vitamin B kompleks, vitamin D, magnesium, seng, selenium, zat besi, dan gamma linoleic acid (GLA). Phycocyanin merupakan protein kompleks terbanyak dalam spirulina yang memiliki manfaat bagi kesehatan, antara lain untuk menstimulasi kerja sel batang pada sumsum tulang, berperan dalam produksi sel darah putih, yang berfungsi meningkatkan imunitas tubuh. Serta sel darah merah, yang berfungsi mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh. Spirulina juga sangat kaya akan kandungan selenium, yang sangat berperan dalam sistem imunitas tubuh. Spirulina lebih banyak dikonsumsi sebagai suplemen.

3. Seng
Seng atau zinc adalah salah satu unsur utama kehidupan. Di dalam tubuh manusia, seng merupakan mikronutrien penting yang paling banyak tersebar, juga merupakan mikronutrien terkaya dalam sel. Seng tersebar di dalam sistem syaraf, imunitas, darah dan sistem pencernaan manusia, dan ikut serta dalam penyatuan dan aktivitas ratusan jenis enzim di dalam tubuh. Fungsi seng antara lain adalah meningkatkan perkembangan tubuh, menambah inteligensi, memperkuat imunitas, meningkatkan kesehatan mata, meningkatkan pertumbuhan, perpecahan dan regenerasi sel, dan lainnya. Seng merupakan mikro-nutrien penting dalam otak besar, banyak terdapat pada ikan, daging, telur, dan produk makanan hewani lainnya, inti biji buah aprikot serta buah cemara. Kini, seng lebih banyak dikonsumsi dalam bentuk suplemen.

4. Madu
Protein merupakan salah satu nutrisi penting pembangun imunitas. Dan, madu merupakan salah satu makanan sumber protein, yang mampu menjaga stamina tubuh, jika dikonsumsi secara teratur setiap harinya. Menurut hasil penelitian Y. Widodo, peneliti pada Pusat Penelitian dan Pengembangan Gizi di Bogor, madu dapat membantu mengatasi kekurangan energi protein yang banyak diderita anak-anak dan balita. Penelitian Peter C. Molan (1992), peneliti dari Departement of Biological Sciences, University of Waikoto, di Hamilton, Selandia Baru, membuktikan madu mengandung zat antibiotik yang aktif melawan serangan berbagai patogen penyebab penyakit. Beberapa penyakit infeksi dari berbagai patogen yang dapat “disembuhkan” dan dihambat dengan madu secara teratur antara lain penyakit lambung dan saluran penpencernaanan; penyakit kulit, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), batuk dan demam, penyakit jantung, hati, paru, dan penyakit-penyakit yang dapat mengganggu mata, telinga, dan syaraf.

5. Omega 3
Minyak ikan adalah salah satu zat gizi yang mengandung asam lemak kaya manfaat bagi kesehatan, karena mengandung sekitar 25% asam lemak jenuh dan 75% asam lemak tidak jenuh. Asam lemak tak jenuh ganda di dalam minyak ikan akan membantu proses tumbuh-kembang otak (kecerdasan), serta perkembangan indera penglihatan dan sistem kekebalan tubuh bayi dan balita. Minyak ikan mengandung DHA dan EPA, yang gabungan keduanya dikenal sebagai omega-3. Jenis ikan laut yang kaya kandungan omega-3 antara lain salmon, tuna (khususnya tuna sirip biru, tuna sirip kuning, dan albacore), sardin, herring, makerel, dan kerang-kerangan.

6. Prebiotik
Prebiotik dapat menumbuhkan bakteri baik dalam sistem penpencernaanan dan mencegah timbulnya alergi dalam tubuh anak. Menurut Dr Zakiudin, mengkonsumsi prebiotik sangat baik dalam memperkuat kekebalan terutama dalam saluran pencernaan. Karena bila kekebalan saluran pencernaan baik, kekebalan tubuh secara umum juga akan baik. Selain berfungsi memelihara bakteri baik, prebiotik juga secara tidak langsung mampu menyeimbangkan sistem kekebalan tubuh sekaligus menekan resiko alergi. Sumber prebiotik dapat diperoleh dari makanan alami seperti gandum, bawang, pisang, bawang putih, madu, dan kacang-kacangan. Ada pula yang dalam bentuk lain atau ditambahkan dalam susu formula.

7. Meniran
Ekstrak daun meniran atau Phyllantus Niruri L, adalah salah satu obat herbal yang telah dikembangkan menjadi obat yang membuat sistem imun lebih aktif dan maksimal menjalankan fungsinya atau disebut immunodulator. Obat herbal ini kini telah dikembangkan menjadi suplemen imunitas bagi anak-anak.

8. Kalsium
Sistem imunitas bertugas mengadakan perlawanan terhadap bermacam-macam kuman dan menelan berbagai benda asing yang berada dalam tubuh. Dalam proses membasmi musuh dari luar ini, yang memberi aba-aba kepada sistem imunitas untuk menangkap musuh adalah ion kalsium. Sumber kalsium dari hewani antara lain adalah udang, daging sapi, kuning telur, ikan, dan susu. Sedangkan, sumber kalsium dari nabati antara lain adalah sayuran berdaun hijau seperti brokoli, daun singkong, daun pepaya, dan bayam. Selain itu, kalsium juga banyak terkandung dalam biji kenari, wijen, almon, kacang kedelai, dan kacang merah.

9. Vitamin C
Vitamin C sangat penting peranannya dalam tubuh karena mampu meningkatkan ketahanan tubuh terhadap infeksi dan mempercepat penyembuhan luka. Fluktuasi lingkungan yang mengakibatkan kesehatan tidak selalu berada pada kondisi yang optimal, membuat tubuh harus selalu memiliki sistem kekebalan yang baik. Salah satunya adalah oleh asupan vitamin C yang memadai.

sumber : ibudanbalita.com

Senin, 07 Juni 2010

Bila Si Kecil Suka Menggigit

Apakah balita Anda suka menggigit? Menggigit bagi anak-anak yang usianya 1 ½ sampai 3-4 tahun-an bisa ditafsirkan dari tiga sisi. Pertama, kalau menurut teorinya Freud, menggigit termasuk bagian dari proses perkembangan. Ia menyebutnya dengan istilah Periode Oral (Oral Stage).

Pada periode ini, anak-anak menikmati atau menemukan kesenangan dari kegiatan yang terkait dengan mulutnya, misalnya menggigit, mengunyah atau menghisap. Orangtua sangat disarankan mendampingi dan mengawasinya karena tidak jarang mereka mengunyah benda-benda yang berbahaya atau tidak bersih.

Kedua, menggigit perlu dilihat sebagai ekspresi emosi. Karena dia belum menemukan ungkapan atau bentuk ekspresi yang pas untuk menumpahkan ledakan emosinya, misalnya marah, tidak puas, frustasi, bingung, atau apa, mereka menggigit kita, temannya atau orang yang di dekatnya.

Ketiga, menggigit perlu dilihat dari cara dia dalam mempertahankan-diri (hak-haknya). Misalnya, mainan dia diambil kakaknya atau siapa. Untuk merebut haknya atau mempertahankan dirinya, caranya adalah menggigit orang yang dianggapnya mengancam atau merugikan.

Dari sini bisa kita pahami bahwa kebiasaan menggigit pada balita itu perlu kita pahami sebagai hal yang wajar lebih dulu. Memang itu masanya. Tapi kalau sudah berlebihan, berbahaya, atau berlanjut sampai usia masuk sekolah, mulai kita melihatnya sebagai kebiasaan yang perlu diluruskan, tak bisa dibiarkan. Caranya antara lain:

1. Memberi pemahaman mengenai efek perilakunya bagi orang lain
2. Mengajarkan cara mengungkapkan emosi yang baik atau yang tidak berbahaya, misalnya menggigit bantal atau boneka
3. Menyuruh dia untuk meminta maaf atas perilakunya agar timbul empati
4. Beri imbalan yang sangat mendidik ketika dia berhasil menyelesaikan masalah tanpa menggigit temannya dan berilah pengertian
5. Gunakan metode pengandaian dengan tujuan untuk mendidik pada saat ia tenang

Metode pengandaian itu misalnya dia kita cubit untuk bisa merasakan apa yang dirasakan orang lain. Sejauh itu kita lakukan dalam suasana yang dialogis, untuk tujuan edukatif, dan pada saat dia sedang tenang, biasanya anak-anak cepat memahaminya.

Tapi, bila itu kita lakukan sebagai reaksi amarah kita menyikapi kebiasaannya, lebih-lebih bila kondisinya tidak siap untuk menerima masukan, misalnya sedang ngambek, biasanya ini kurang efektif. Bahkan bisa saja dia belajar hal yang tidak baik dari kita. Dia belajar menyelesaikan masalah dengan orang lain seperti kita menyelesaikan masalah dengan dirinya.
Semoga bermanfaat.

Sumber : Dancow Parenting Center