~diambil dari http://www.jamilazzaini.com dgn sedikit penyesuaian~
Pernahkah Anda bertemu dengan orang yang mengaku milyarder tetapi
pelit? Saya sering bertemu dengan orang-orang seperti itu. Ketika makan
di restoran selalu minta dibayarin. Ketika diminta sumbangan, berbagai
alasan penolakan mengalir dari mulutnya. Menurut saya orang seperti ini
walau kaya harta tetapi bermental miskin.
Selain pelit, orang bermental miskin selalu fokus pada dirinya. Untuk
urusan dirinya ia akan “vermak” habis. Mereka rela membayar mahal
busana dan asesoris yang melekat di tubuhnya untuk memperbaiki
penampilannya. Demi citra dan penampilan dirinya mereka boros. Tetapi
ketika menyangkut urusan orang lain, sekali lagi, pelitnya setengah
mati.
Suatu saat saya melihat orang jenis ini dijatuhkan harga dirinya
secara halus oleh Allah, Yang Maha Kuasa. Seorang janda kaya di suatu
komplek perumahan ketahuan ikut antri untuk menerima bantuan pendidikan.
Ia orang berpunya namun bersedia antri untuk bantuan yang nilainya tak
seberapa, karena satu alasan, “Saya kan janda.” Mental miskin telah
menjatuhkan harga dirinya, tanpa ia sadari.
Di sisi lain saya juga sering melihat orang biasa yang rela dan
bersedia menolong banyak orang. Hidupnya sederhana namun hatinya
berlimpah dan kebahagian melingkupi kehidupannya. Bukan hanya itu,
merekapun terhormat di mata masyarakat. Orang seperti ini, menurut saya,
walaupun tidak kaya tapi bermental kaya.
Saya teringat pertanyaan guru saya dulu, “Jamil sedekah mana yang
paling baik seribu atau seratus ribu rupiah? Ketika itu saya langsung
menjawab, “Seratus ribu lebih baik.”
Dengan tersenyum guru saya menjelaskan, “Belum tentu, bila seribu
dikeluarkan oleh orang yang berpenghasilan dua ribu dan seratus ribu
dikeluarkan oleh orang berpenghasian sepuluh juta tentu seribu itu lebih
baik.”
Maka, milikilah mental kaya mulai sekarang. Memiliki mental kaya
tidak harus menunggu kaya. Bagilah apa yang Anda miliki saat ini untuk
mengangkat harkat dan martabat orang-orang di sekitar Anda.
Percayalah, semakin Anda bermental kaya kehidupan Anda akan semakin
kaya; kaya penghormatan, kaya kebahagiaan, dan boleh jadi juga
benar-benar kaya harta. Sebaliknya, jika Anda bermental miskin maka
jangan heran bila orang lain memperlakukan Anda sebagai orang yang
hidupnya tidak punya martabat.
Kamis, 01 September 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar